fbpx
Connect with us

Sosial

Tingkat Konsumsi Tinggi Selama Lebaran, Harga Lauk Pauk Melangit

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Momentum lebaran memang menjadi puncak masyarakat dalam berkonsumsi. Kegiatan silaturahmi menjadi salah satu yang membuat angka konsumsi di Gunungkidul mengalami peningkatan selama lebaran.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Gunungkidul, Johan Eko mengatakan, sejumlah komoditas mengalami kenaikan sejak H-2 lebaran lalu. Misalnya saja harga telur ayam yang tadinya Rp. 20ribu kini naik menjadi Rp. 23ribu per kilogramnya. Begitu pula ayam potong dimana harga per kilogramnya naik tajam menjadi Rp. 45 ribu per kilogram.

Naiknya sejumlah komoditas terutama lauk pauk ya disebabkan naiknya angka konsumsi masyarakat, sudah hal yang wajar setiap momen hari besar keagamaan,” ungkap Johan (16/05/2021).

Selain komoditas lauk, cabai rawit juga mengalami kenaikan dengan rentan harga kenaikan Rp. 2 hingga Rp. 3ribu per kilogramnya. Ia memastikan peesediaan bahan pokok masih aman dan mencukupi.

Kami sudah melakuka  pemantauam terhadap ketersediaan bapok vital mulai dari lauk, hingga sayur mayur,” kata Johan.

Ia menyebut, bahan pokok seperti beras cukup aman. Pasalnya, masyarakat juga belum lama melakukan panen raya.

Kalau untuk beras jelas masih aman, karena masyarakat belum lama panen,” ujar Johan.

Salah satu pedagang ayam di Pasar Argosari, Ninuk mengatakan, kenaikan ayam memang sudah terjadi selama puasa. Hal ini karena banyak yang mengonsumsinya selama puasa sampai lebaran.

Kalau ayam bukan naik lagi tapi ganti harga, jika sebelum puasa kenaikan sampao Rp. 10ribu,” kata Ninuk.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler