fbpx
Connect with us

Sosial

TMMD Resmi Dibuka, Desa Banaran Bakal Dibangun TNI Selama Sebulan ke Depan

Published

on

Playen, (pidjar.com)–TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) secara resmi dibuka di Lapangan Banaran pada Kamis (11/07/2019) pagi tadi. Kegiatan semacam ini sendiri merupakan agenda rutin TNI sebagai salah satu perwujudan ketahanan Nasional dan komitmen pengabdian TNI kepada rakyat Indonesia.

Program TMMD Reguler ke-105 TA 2019 ini akan dilaksanakan di Desa Banaran, Kecamatan Playen Kabupaten Gunungkidul selama 30 hari ke depan. Tema dari TMMD ke-105 TA 2019 Bersama TMMD Membangun Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat.

TMMD memiliki sasaran fisik kegiatan yang berkaitan dengan pembangunan sarana dan prasarana yang menyentuh Iangsung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui karya bakti TNI telah menunjukan hakekat kemanunggalan, keseriusan dan kinerja optimalnya untuk terlibat langsung dalam berbagai upaya mensukseskan program percepatan pembangunan di daerah,” kata Wakil Gubernur DIY, Paku Alam X yang mewakili Gubernur DIY Sri Sultan HB X.

Lebih lanjut Paku Alam mengatakan, kemanunggalan TNI tidak terlepas dari sejarah perjuangan bangsa. TNI lahir dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Oleh karenanya, TNI dan rakyat adalah bagaikan dua sisi mata uang yang saling melengkapi dan saling membutuhkan.

“Tumbuhkan semangat kebersamaan, gotong-royong dan rasa kekeluargaan serta partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan daerah sehingga tercapai jiwa persatuan dan kesatuan yang kokoh kuat serta terwujudnya kemanunggalan TNI dan Rakyat,” ujarnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0730/Gunungkidul, Letkol Noppy Laksana Armyanto menjelaskan, kegiatan TMMD ini menyasar dua jenis yakni pembangunan fisik dan kegiatan non fisik. Adapun pembangunan fisik di lingkungan Desa Banaran yakni cor rabat beton, pembuatan talud dan normalisasi jalan. Sedangkan kegiatan non fisik antara lain bela negara dari Kodim 0730, pencegahan paham radikalisme dan penanggulangan bahaya narkoba dari Polres Gunungkidul, Kesehatan dan Keluarga Berencana dari Kodim 0730 serta ketrampilan wanita dari Persit KCK Cab. XXXI Dim 0730/GK

“Keseluruhan anggaran didukung dari APBN, APBD DIY dan APBD Gunungkidul,” kata Letkol Noppy.

Acara dilanjutkan pemukulan kentongan oleh Sri Paduka Paku Alam sebanyak lima kali. Kentongan dipukul sebanyak lima kali sebagai wujud penanaman nilai-nilai Pancasila di seluruh lapisan masyarakat. Setelah itu dilanjutkan oleh penanaman pohon secara simbolis tanaman di lapangan serta peletakan batu pertama di wilayah normalisasi jalan sebagai tanda dimulainya TMMD ke-105 tersebut.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler