Pariwisata
Traveling ke Gunungkidul, Menikmati Wahana Ayunan di Atas Tebing Pantai Selatan
Panggang,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Libur panjang akhir pekan pada awal Juni seperti saat ini sangat cocok untuk berlibur dan bersantai. Pantai Selatan di Kabupaten Gunungkidul menjadi salah satu wilayah uang cukup diminati. Misalnya sajaTeras Kaca yang berada di Pantai Nguluran, Girikarto, Panggang.
Di lokasi ini, banyak sekali spot-spot menarik yang patut dicoba untuk mengisi liburan kalian. Sebagai contoh spot yang menarik dan satu-satunya adalah wahana ayunan dari atas Pantai Selaran. Beberapa waktu terakhir, wahana ayunan ini sangat viral di media sosial karena mirip yang ada di Bali.
Namun, bedanya jika di Bali ayunan hanya di atas tebing sungai. Namun di Teras Kaca ayunan di atas Pantai Selatan dengan ketinggian 30 meter. Untuk menikmati wahana ini, pengunjung hanya cukup membayar Harga Tiket Masuk (HTM) senilai Rp. 15 ribu.
Selain itu, pihak pengelola juga menyediakan sejumlah paket dari paket 1, 2 dan 3. Untuk mencoba Jogja Swing, pengunjung bisa membeli paket 3 senilai Rp 100 ribu dengan fasilitas Tiket Masuk, Teras Kaca, Giant Chair, Glass Boat, Kuda Laut, Pink Door, The Blue Paradise, Giant Terazzz, Jogja Swing, Ngopi On The Sea dan VIP Room.
Untuk mencoba Jogja Swing, pengunjung dilengkapi sabuk keamanan yang dikaitkan pada tempat duduk yang berada di ayunan. Tali panjang ayunan terpasang di sisi tebing.
“Wahana ini lumayan memicu adrenalin,” ujar Gabilla.
Dikatakan Gabilla, Jogja Swing sendiri terinspirasi dari Bali Swing. Bedanya, Jogja Swing milik Teras Kaca menghadap langsung Samudra Hindia selain itu juga satu-satunya di Yogyakarta.
“Jadi bisa dikatakan the one and only di Yogyakarta dan Indonesia dengan sangat memicu adrenaline,” imbuhnya.
“Review dari pengunjung cukup puas dan menantang,” Gabilla.
Sebagaimana diketahui, pada momentum long weekend ini Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) pada momentum libur panjang pada akhir pekan kali ini mencapai Rp 407.730.700. Ia menjelaskan selama ini kunjungan didominasi di destinasi pantai. Sedangkan untuk obyek wisata minat khusus dan lainnya jumlahnya tidak sebanyak kawasan pantai.
“Target kunjungan pada libur nasional yang bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila dan Hari Raya Waisak yaitu 54.437 pengunjung dengan jumlah PAD Rp 407.730.700,” kata Plt Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono.
Pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak yakni TNI, Polri, SAR, Dinas Perhubungan dan Satpol PP. Hal ini penting dilakukan untuk pengamanan jalur dan di kawasan obyek wisata sehingga para pengunjung tetap merasa aman dan nyaman saat berwisata. Selain itu, jika terjadi peristiwa yang tidak diinginkan dapat segera ditangani.
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized4 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
