fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Tunggu Maklumat Pelaksanaan Idul Adha dari Kemenag, Dinas Awasi Ketat Transaksi Hewan Kurban

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul saat ini terus melakukan persiapan dalam menghadapi Hari Raya Idul Adha 2020. Upaya ini untuk memastikan kondisi hewan kurban sebelum disembelih dalam masa tanggap darurat covid19. Terlebih belum lama ini, Gunungkidul juga diterpa penakit anthraks.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan pengecekan dengan menyebar petugas kesehatan hewan yang akan dijual.

“Hewan yang akan dijual ke luar daerah tentu harus dilengkapi dengan surat yang menyatakan dari ternak sehat,” ujar Bambang, Minggu (05/07/2020).

Ia memastikan ketersediaan hewan kurban di Gunungkidul cukup. Pihaknya juga mempersilakan bagi masyarakat luar daerah untuk membeli hewan ternak di Gunungkidul.

Berita Lainnya  Pemkab Gunungkidul Larang OPD Lakukan Perjalanan Dinas, Sekda: Kita Juga Tidak Menerima Tamu

“Pengawasan dilakukan untuk kesehatan hewan, jadi meskipun di tengah pandemi harapannya tidak ada masalah,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pasar, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Ari Setiawan mengatakan menjelang hari raya Idul Adha lalu lintas hewan kurban mulai terlihat. Kendati demikian, memang dengan kondisi yang sekarang agak berbeda dengan aktivitas tahun lalu. Baik pedangang dan ternak yang masuk maupun pembeli yang datang sedikit berkurang.

“Aktivitas di pasar hewan Munggi, Kapanewon Semanu dan Pasar Siyonoharjo, Kapanewon Playen aktifitas penjual dan pembeli mulai meningkat,” ujar Ari.

Sebagai langkah persiapan Idul Adha dan pengawasan jual beli ternak dari dinas pun menerapkan sejumlah upaya. Selain pengecekan kondisi juga dilakukan oleh petugas, pemerintah juga menyiapkan dipping sebagai tempat sterilisasi hewan yang masuk.

Berita Lainnya  Tunggu Regulasi Resmi, Urus Perizinan Usaha Bakal Satu Pintu dan Lebih Mudah

Adapun kolam dipping ini dibangun di dua pasar hewan tersebut. Harapannya dengan adanya tempat sterilisasi ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap ternak dari Gunungkidul. Sehingga aktivitas jual beli kembali pulih, mengingat dampak adanya anthraks beberapa waktu lalu memang cukup besar.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Gunungkidul, Arief Gunadi saat ini tengah menyusun maklumat pelaksanaan Hari Raya Idul Adha. Hal ini untuk memberitahukan kepada masyarakat berkaitan dengan panduan sholat maupun penyembelihan hewan kurban di masa pandemi.

“Akan segera didistribusikan kepada pengurus masjid di Gunungkidul agar disampaikan kepada umat,” tutup Arief.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler