Connect with us

Peristiwa

Usai Bacok Istri Hingga Bersimbah Darah, Pria Ini Tusuk Leher Sendiri

Diterbitkan

pada

Semanu,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Konflik keluarga pasangan suami istri Wd (35) warga Padukuhan Jetis, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu dan Siti Asadah Damayanti (35) warga Padukuhan Wukirsari, Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari berujung pada pertumpahan darah. Bahkan, Siti harus dilarikan ke RSUD Wonosari lantaran menderita luka serius di bagian leher, kepala, serta lengannya akibat diserang sang suami menggunakan pisau. Usai menusuk istrinya, Wd sendiri sempat berupaya bunuh diri dengan menusuk lehernya. Saat ini, pelaku telah diamankan oleh jajaran Polsek Semanu.

Informasi sementara yang berhasil dihimpun, peristiwa tragis itu terjadi pada Rabu (09/01/2019) siang tadi. Saat itu, Siti usai menjemput anaknya dari bersekolah kemudian mampir ke rumah Wd di Padukuhan Jetis, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu. Pasangan ini memang hidup terpisah di mana sang istri tinggal di rumah Wukirsari sementara Wd tinggal di Pacarejo. Setelah beberapa waktu kemudian, cek-cok mulai terjadi pada pasangan tersebut. Wd yang kalap kemudian menyerang korban menggunakan pisau. Siti yang tak menyangka akan mendapatkan serangan dengan senjata tajam tak sempat menghindar. Beruntung dengan sisa-sisa tenaga yang ada, korban bisa lari keluar rumah dan berteriak-teriak meminta tolong.

Berita Lainnya  Ratusan Warga Miskin di 6 Kecamatan Ini Akan Dapat Bantuan Renovasi Rumah

“Saat saya temukan, korban dalam kondisi berlumuran darah. Melihat hal tersebut, saya juga ikut berteriak-teriak meminta pertolongan warga,” papar salah seorang tetangga Wd, Sutami yang pertama kali menolong korban.

Bersama dengan warga lainnya yang lantas berduyun-duyun menuju lokasi keributan, korban lantas dilarikan ke sebuah klinik tak juah dari tempat kejadian. Namun karena kondisinya dirasa cukup buruk, oleh klinik itu kemudian diberikan rujukan untuk ditangani di RSUD Wonosari.

“Kalau lukanya tadi di bagian leher, pipi sama lengan mengalami luka sobek,” ujar Sutami.

Wd saat diamankan oleh aparat kepolisian

Wd sendiri usai kejadian tersebut juga mengalami luka. Pria itu diduga hendak bunuh diri setelah menyerang istrinya. Menurut penuturan salah seorang tokoh masyarakat Jetis, Sardiyo, tak berapa lama usai heboh penemuan Siti yang berlumuran darah, warga juga melihat Wd yang dalam kondisi berlumuran darah keluar dari rumahnya. Wd kemudian lari ke arah Jonge ke rumah saudaranya. Diceritakan Sardiyo, saat keluar dari rumah itu, Wd masih memegangi pisau yang berlumuran darah yang diduga ia gunakan untuk menyerang istrinya. Sejumlah warga sempat melihat pisau tersebut dibuang di pekarangan rumah milik Daliyah, warga setempat.

Berita Lainnya  Dodi Wijaya Jadi Ketua, Tim Kampanye Prabowo-Sandi Optimis Raih 60% Suara di Gunungkidul

“Namun sudah dicari ini belum ketemu,” tutur dia.

Menurut Sardiyo, pelaku memang dikenal memiliki gangguan jiwa. Ia bahkan sempat hendak melakukan aksi gantung diri sekitar 2 bulan silam. Beruntung saat itu, aksi Wd berhasil dicegah oleh anggota keluarga serta tetangga. Pasca kejadian tersebut, Wd yang sebelumnya tinggal di Padukuhan Wukirsari, Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari kemudian dipulangkan ke rumahnya di Jetis.

“Sudah sejak beberapa saat mengalami gangguan jiwa,” imbuhnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kanit SPKT Polsek Semanu, Aipda Sugiyanto mengatakan bahwa pelaku saat ini sudah diamankan. Saat diamankan, pelaku diceritakan Sugiyanto sempat menolak. Namun setelah dibujuk, akhirnya mau dibawa ke kepolisian.

“Karena menderita luka, Wd kami bawa ke Pelita Husada,” tutup dia.

Berita Lainnya  Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Anak Diancam Dijerat UU No 17/2016, Hukuman Mati dan Kebiri Menanti

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata3 hari yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis6 hari yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler