fbpx
Connect with us

Peristiwa

Seminggu Tak Minum Obat Berujung Pada Pembacokan Istri

Diterbitkan

pada

Semanu,(pidjar.com)–Percekcokan rumah tangga Wd (38) dengan istrinya Siti Asadah Damayanti (30) warga Wukirsari, Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari hingga berujung pembacokan dengan sebilah pisau pada Rabu (09/01/2019) siang tadi terus dilakuan penyelidikan oleh pihak Kepolisian Sektor Semanu. Dua orang mengalami luka akibat kejadian tersebut yaitu Wd dan istrinya. Sang istri mengalami luka serius di bagian leher, pipi serta lengan setelah diserang Wd. Sedangkan Wd sendiri juga mengalami luka di bagian leher dan bagian tubuh lainnya lantaran berusaha bunuh diri usai membacok istrinya. Bedasarkan hasil olah TKP dan penelusuran yang dilakukan oleh kepolisian, sebilah pisau yang digunakan oleh Wid untuk melukai istrinya telah ditemukan di rumah tetangganya.

Kapolsek Semanu, AKP Ahmad Fauzi melalui Kanit Reskrim setempat Iptu Sujino mengungkapan berdasarkan penyisiran yang dilakukan oleh pihaknya, sebilah pisau yang digunakan oleh Wid sore tadi ditemukan di rumah milik tetangganya. Pisau tersebut ditemukan tidak begitu jauh dari lokasi kejadian yaitu hanya berjarak sekitar 200 meter dari rumah Wd.

Berita Lainnya  Perempuan yang Diamankan Masih Diperiksa, Polisi Mengaku Belum Ada Laporan Tindak Kejahatan

“Sudah ketemu tadi malam setelah kami lakukan penyisiran,” kata Iptu Sujino saat dikonfirmasi.

Menurut Sujino, penyelidikan terkait peristiwa ini sendiri masih dilakukan oleh pihaknya. Meski demikian, ia mengakui bahwa proses tersebut dilakukan secara khusus lantaran Wid sendiri diketahui memang mengalami gangguan.

“Memang kami dapat keterangan pelaku mengalami gangguan jiwa. Namun kami masih akan tetap menunggu hasil dari rumah sakit jiwa bagaimana kondisi kejiwaan pelaku. Sembari menunggu, penyidikan tetap akan berlangsug,” paparnya.

Selepas insiden percekcokan berujung darah itu, Siti sendiri langsung mendapat penanganan di RSUD Wonosari. Keterangan dari Siti memang sangat diperlukan mengingat yang bersangkutan adalah saksi kunci. Namun begitu, pemeriksaan mendalam masih belum bisa dilakukan lantaran kondisi korban yang masih mengalami luka. Sementara usai kejadian tersebut, Wd telah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Puri Nirmala PAkem untuk penanganan lebih lanjut.

Berita Lainnya  Rebut Piala DPRD, Lomba Balap Motor Penuh Persaingan Ketat

Wid sendiri menurut Iptu Sujino memang selama seminggu belakangan tidak meminum obat dari tim medis. Obat tersebut dikonsumsi Wd guna menjaga emosi dan kesehatan jiwanya yang memang mengalami gangguan. Kealpaan Wd dalam mengkonsumsi obat diduga menjadi salah satu penyebab penganiayaan tersebut terjadi. Dimungkinkan ketika kejadian, pelaku emosi saat terjadi pertengkaran dengan istrinya sehingga kemudian peristiwa tragis ini terjadi.

Sujino menambahkan, sekitar 3 bulan lalu, Wd sempat meakukan percobaan gantung diri namun berhasil digagalkan oleh siti.

Disinggung mengenai KDRT selama ini yang terjadi di lingkup keluarga twrsebut ia masih belum bisa membeberkan lebih detail. Pihaknya masih fokus dengan penanganan dan upaya lanjutan yang akan dilakukanakan seperti apa.

“Pada intinya masih akan terus kami gali untuk menentukan langkah ke depan seperti apa,” tutup dia.

Klik untuk Komentar

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler