Sosial
Usung Konsep Ramah Lingkungan, Dua Desainer Gunungkidul Berjaya di Ajang Jogja Fashion Week 2019
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dua srikandi asal Kabupaten Gunungkidul berhasil menyabet dua juara dalam kategori muslim pada ajang peragaan busana paling bergengsi di DIY, Jogja Fashion Week 2019, Sabtu (03/11/2019) lalu. Keduanya yakni Maya Yulaicha warga Kampungkidul, Desa Kampung, Kecamatan Ngawen yang berhasil menyabet Juara Harapan III serta Hesti Purwandari warga Padukuhan Butuh, Desa Pulutan, Kecamatan Wonosari yang sukses menjadi jawara.
Dalam pagelaran perlombaan fashion yang diikuti desainer dari seluruh Indonesia tersebut, keduanya berhasil tampil menonjol melalui busana dengan konsep menggunakan bahan alami dan ramah lingkungan. Selain sedap dipandang mata, hasil karya desainer lokal asal Kabupaten Gunungkidul tersebut tentunya tidak memberikan efek buruk pada pemakai dan juga lingkungan.
Hesti Purwandari saat ditemui pidjar-com-525357.hostingersite.com, menjelaskan, untuk ajang ini, ia memang sangat mempersiapkan secara matang. Sejumlah konsep ia pertimbangkan untuk kemudian diusung dalam ajang bergengsi ini. Pada akhirnya, ia memilih untuk mengedepankan beberapa konsep seperti misalnya penggunaan bahan yang ramah terhadap lingkungan. Bahan dari katun dan rayon dipilih untuk material kain, sementara batik yang digunakan juga menggunakan pewarna alam.
“Motif batik yang saya gunakan adalah batik amarilis dari Patuk dan tenun lurik dari perajn ATBM Sambirejo, Ngawen,” ujar Hesti.
Meski ajang yang ia ikuti ini adalah berlevel nasional, namun Hesti dengan percaya diri tetap menggunakan bahan-bahan asli Kabupaten Gunungkidul. Sehingga selain mengenalkan daerahnya, ia juga turut menambah khasanah bahwa potensi fashion di Kabupaten Gunungkidul bisa bersaing di kancah nasional.

“Saya juga menggunakan bahan tambahan juga non plastik kancing dan manik tebuat dari kayu,” imbuhnya.
Selain itu, dalam karyanya, ia menggunakan teknik menjahit yang spesial yakni menerapkan teknik adibusana tanpa obras. Kemudian pola yang dipakai tidak meninggalkan perca.
“Alhamdulilah berkat kerja keras, karya saya bisa diterima,” ujar dia.
Dalam perhelatan Jogja Fashion Week 2019 ini, Hesti mengambil tema Gugur Gunung Pule Jajar. Ia sendiri terinspirasi dengan proses pengeboran air untuk masyarakat sekitarnya.
“Look yang saya tampilkan woorker look dambing look dan javanese look style menggunakan sporty casual dengan tema modern etnik,” imbuh Hesti.

Sementara itu, desainer lain yang juga asli Kabupaten Gunungkidul yang berhasil menyabet juara Harapan III, Maya juga menggunakan konsep ramah lingkungan. Buasana yang ia rancang menggunakan eco print yakni metode print kain yang ramah lingkungan, dengan tinta alami.
“Saya juga mengangkat anyaman bambu untuk aksesoris baju ini yang akhirnya menjadi daya tarik,” jelas Maya.
Dengan tingkat kerumitan yang tinggi, ia memadukan anyaman bambu dengan kain katun serta lurit ATBM Sambirejo. Secara khusus, ia membeli tenun yang belum diwarnai dan mewarnai sendiri dengan eco print agar ramah lingkungan.
“Dalam pagelaran saya mengambil konsep burung Phoenix yang ditujukan untuk perempuan pekerja yang super sibuk, yaitu dosen perempuan yang sudah menyandang status sebagai seorang ibu dan masih harus terus sekolah untuk terus maju dan melakukan pembaharuan pembaharuan dalam kehidupan,” bebernya.
-
Peristiwa4 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial4 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Sosial1 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan3 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized2 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized6 hari yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Uncategorized4 hari yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Peristiwa3 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Pemerintahan1 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Pemerintahan4 minggu yang laluRatusan Warga Gunungkidul Terjangkit Penyakit Menular Mematikan Ini
-
Uncategorized2 minggu yang laluPemuda 22 Tahun Ditemukan Gantung diri di Dapur Rumah
