fbpx
Connect with us

Sosial

Kurang Bersih, Obyek Wisata di Gunungkidul Dinilai Penuh Puntung Rokok

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Keindahan alam yang dimiliki Gunungkidul memang sungguh mempesona. Meski hanya mengandalkan potensi alam saja, jutaan wisatawan setiap tahunnya berkunjung ke berbagai lokasi obyek wisata di Gunungkidul. Dengan potensi yang semacam ini meski terkendala dengan berbagai macam keterbatasan, sangat mungkin Gunungkidul bisa bersaing dengan Pulau Bali untuk menjadi destinasi wisata utama. Namun begitu, memang diperlukan berbagai macam prasyarat dengan standar sangat tinggi guna mewujudkan hal tersebut.

Salah satu yang sangat penting adalah perihal kebersihan. Gunungkidul saat ini perlu berbenah khususnya dari segi kesadaran akan kebersihan. Jika satu masalah tersebut bisa teratasi, maka tempat piknik Gunungkidul bisa memberikan kenyamanan berlebih terhadap wisatawan.

Seperti yang dibeberkan salah satu anggota DPRD Gunungkidul, Timbul Suryanto, ia menyadari bahwa0 Bumi Handayani perlu sentuhan lentik dari para tokoh kebersihan. Salah satu masalah terberat saat ini adalah tempat nyaman di setiap obyek wisata. Untuk mewujudkannya, tentunya sangat diperlukan perlu dorongan dari pemerintah kepada masyarakat untuk mewujudkan kesadaran akan pentingnya kebersihan di tempat wisata.

“Kebersihan itu salah satu hal yang paling utama. Kalau masyarakat sadar kebersihan, lokasi wisata akan lebih menarik dan nyaman karena tidak ditemui sampah berserakan. Terlebih puntung rokok yang sangat banyak kita temui di berbagai macam obyek wisata,” jelas politisi PKB tersebut, Rabu (06/11/2019).

Penyataan tersebut Timbul sampaikan sepulang dari Provinsi Bali beberapa waktu lalu. Di sana, ia mengamati berbagai potensi alam yang dimiliki Bali persis dengan apa yang dimiliki Gunungkidul. Bahkan dari segi jumlah dan jenisnya, ia menilai bahwa lebih banyak di Gunungkidul.

Berita Lainnya  Gelar Seni dan Budaya HUT Gunungkidul, Hiburan Gratis Untuk Rakyat Digelar Hingga Sabtu Mendatang

“Pas melihat itu saya bertanya tanya, apa yang membedakan sehingga pariwisata di sana bisa menjadi kekuatan utama. Akhirnya saya melihat dari yang terlihat saja jika semua obyek wisata disana (Bali) tempatnya bersih dari sampah. Sangat jarang ditemukan tempat kumuh,” kata dia.

Dari situ Timbul membandingan dengan obyek wisata yang ada di Gunungkidul. Ternyata dianggapnya benar. Persoalan sederhana yang selama ini belum disadari adalah kebersihan. Menurutnya belajar dai Bali, para pelaku wisata dan masyarakat mengedepankan kebersihan dalam pengelolaan.

“Sudah seharusnya kita berbenah dan sadar kebersihan, agar para wisatawan nyaman. Bila perlu pemerintah menggalakkan kebersihan di obyek wisata memang butuh keterlibatan banyak pihak, untuk untuk perlu menggugah kesadaran dari masyarakatnya, terutama para pelaku wisata,” paparnya.

Lebih lanjut disampaikannya, kebersihan adalah modal utama obyek wisata. Tidak akan ada wisatawan yang berkunjung jika melihat kondisi lokasi kumuh dan dipenuhi sampah berserakan. Apa yang ia dapat saat kujungan kerja akan selalu diusulkan ke Pemkab Gunungkidul demi kemajuan Gunungkidul.

Berita Lainnya  Tak Hanya Peternakan Ayam, Mayoritas Usaha Pariwisata di Pacarejo Ternyata Tak Berizin

“Kemajuan Gunungkidul tidak tergantung kepada pemerintah saja, tetapi diimbangi dengan kasadaran masyarakat tentang kebersihan,” imbuhnya.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler