fbpx
Connect with us

Sosial

Warga vs Investor, Konflik di Watukodok Kembali Memanas

Diterbitkan

pada tanggal

Tanjungsari, (pidjar.com)–Sempat mereda dan tak terdengar kabar beritanya, konflik antara warga dengan investor di kawasan Pantai Watukodok kembali memanas. Konflik ini kembali mencuat setelah pembangunan homestay oleh salah satu investor dialihkan untuk menyewa tanah kas desa yang berada di bukit sebelah barat Pantai Pondok Ranggon.

Namun lambat laun, investor tersebut kembali akan membangun resort pada bukit sisi timur Pantai Sanglen atau tepat pada sisi barat Watu Kodok. Pembangunan ini dikhawatirkan akan menjadikan kawasan pantai ini sebagai lokasi keluar masuk dan terhubung home stay. Dengan demikian, para pedagang di Pantai Sanglen akan tergusur secara perlahan.

“Saya yakin kalau bukit sisi Timur Pantai Sanglen dikuasai investor, para pedagang yang beroperasi di Pantai Sanglen ini jelas tanpa digusur akan tergusur sendiri,” ujar Ketua Paguyuban Kawula Pesisir Mataram (PKPM) Watu Kodok, Sumarno saat ditemui pidjar.com, Minggu (01/09/2019).

Jika hal ini terjadi, lahan kas desa yang harusnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat kecil dikhawatirkan hanya akan bisa dinikmati para pemodal. Di sekitar Pantai Sanglen sendiri menurut Sumarno, saat ini terdapat sepuluh pedagang yang menggantungkan hidupnya dari berdagang di pesisir selatan. Mereka berjualan menghadap pantai dengan pemanfaatan tanah Sultan Ground.

Berita Lainnya  Tangisan Haru Vokalis Guyon Waton Saat Berduet Dengan Siswa SLB Negeri Wonosari

“Saya yakin, kalau sudah dikelola investor, mereka tamunya sedikit tapi jelas transaksinya besar, dan pedagang di sekitar Pantai Sanglen akan tertutup pagar-pagar besi yang menutup akses menuju pedagang kecil. Sehingga tanpa diusir saya pastikan mereka akan gulung tikar,” tandasnya.

Ia mengaku wacana ini beberapa waktu lalu mencuat setelah Pemerintah Desa Kemadang melakukan relokasi investor ke tanah kas desa. Hal ini dilakukan setelah pedagang di Pantai Watukodok melakukan perlawanan. Dahulunya lokasi yang akan dibangun resort oleh investor merupakan Pantai Watukodok. Sehingga, bukit sisi barat Pantai Sanglen pun sudah dibangun rumah warga yang merupakan pedagang di Pantai Watukodok.

“Yang jelas kalau di sebelah barat Pantai Watukodok akan dibangun resort, mereka pasti juga akan tergusur, wacana ini baru beberapa waktu berhembus karena ada yang sudah datang ke sini,” jelasnya.

Terpisah, Wakil Ketua Paguyuban Kawula Pesisir Mataram (PKPM) Watu Kodok, Rugiyati menambahkan, dampak dari pembangunan resort oleh investor ini menurutnya akan cukup luas. Ada potensi ke depan, para anggota paguyuban yang diadu domba karena wacana pembangunan resort ini. Strategi ini sendiri sempat dilakukan pada awal-awal upaya investor untuk merebut lahan Pantai Watukodok di masa lalu. Meskipun Pantai Sanglen yang menjadi bagian dari Pantai Watukodok tidak didaftarkan ke Dinas Pariwisata dan hanya dikelola oleh Pokdarwis, namun ia menolak keras apabila ada investor yang akan mendirikan resort di bukit yang memisahkan kedua pantai tersebut.

Berita Lainnya  Tak Mau Macet-macetan di Jalan Jogja-Wonosari Saat Musim Lebaran?, Ini Jalur-jalur Alternatif Yang Bisa Dipilih

“Saya yakin ekonomi masyarakat kecil akan mati kalau ada resort di sini,” tandasnya.

Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler