Uncategorized
Wartawan Senior Ikut Bertarung dalam Pilur Ngawu
Playen,(pidjar.com)– Kontestasi Pemilihan Lurah (Pilur) Serentak 2026 di Kabupaten Gunungkidul semakin semarak. Sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang telah mendaftarkan diri untuk memperebutkan kursi lurah di 31 kalurahan yang akan menggelar pemilihan pada 26 September mendatang.
Salah satu figur yang turut ambil bagian dalam pesta demokrasi tingkat kalurahan tersebut adalah Suharjono, wartawan senior di Kabupaten Gunungkidul. Tokoh media yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Pokja PWI Gunungkidul itu mendaftarkan diri sebagai calon lurah di Kalurahan Ngawu, Kapanewon Playen.
Dengan membawa tagline “Sesarengan Bangun Deso Bareng Mas Harjono” ia menyatakan kesiapannya untuk mengikuti seluruh tahapan Pilur Serentak 2026 dan menawarkan gagasan pembangunan yang bertumpu pada kolaborasi, inovasi, serta kemandirian masyarakat.
Kepada Pidjar.com, Suharjono mengatakan, seluruh persyaratan telah ia penuhi pun dengan visi misinya mencalonkan diri sebagai Lurah Ngawu. Kemudian berkas pendaftarannya telah diserahkan dan diterima oleh panitia pemilihan lurah Kalurahan Ngawu pada Rabu (22/7).
“Berkas pendaftaran sudah saya serahkan dan diterima oleh panitia pemilihan lurah Kalurahan Ngawu,” kata Suharjono.
Menurutnya, tantangan pembangunan kalurahan saat ini semakin kompleks. Di tengah keterbatasan anggaran akibat adanya pengurangan dana desa, pemerintah kalurahan dituntut lebih kreatif dalam menggali potensi yang dimiliki. Hal ini lah yang mendorong dirinya untuk maju Pilur 2026, ada banyak gagasan yang dapat diterapkan sebagai solusi mengikuti perkembangan jaman yang serba canggih.
“Kalurahan harus benar-benar kreatif untuk bisa membangun. Ketika dana desa mengalami pengurangan, dibutuhkan terobosan agar pembangunan dan pemberdayaan masyarakat tetap berjalan,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan potensi lokal secara mandiri menjadi salah satu kunci untuk mendorong kemajuan kalurahan. Selain mengoptimalkan sektor yang telah ada, kalurahan juga perlu membangun jejaring dengan berbagai pihak.
Selain itu sektor pertanian sebagai salah satu potensi utama yang perlu mendapatkan sentuhan modernisasi dan digitalisasi. Di sisi lain, generasi muda juga harus diberikan ruang lebih besar untuk berperan sebagai penggerak inovasi dan pengembangan ekonomi kalurahan.
“Kalurahan tidak bisa hanya berdiam diri dan mengandalkan bantuan pemerintah. Potensi yang ada harus dikembangkan. Pertanian harus mulai dimodernisasi dan didigitalisasi. Pemuda juga harus didorong menjadi kreator dalam pengembangan kalurahan,” jelas mantan wartawan media nasional tersebut.
Jika nantinya mendapatkan amanah dari masyarakat, Suharjono bertekad mendorong Kalurahan Ngawu menjadi kalurahan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Salah satu gagasan yang diusungnya adalah pengembangan konsep desa digital dengan mengoptimalkan peran generasi muda melalui program berbasis kewirausahaan digital.
Menurutnya, pembangunan tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah kalurahan. Partisipasi warga, khususnya generasi muda, menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian desa. Semangat gotong royong juga dinilai harus terus diperkuat.
“Peran masyarakat dan pemuda sangat penting. Saya ingin menyiapkan Ngawu sebagai desa digital, termasuk mendorong pemuda menjadi entrepreneur berbasis digital,” tandasnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized2 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
Sosial2 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized4 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan2 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
