Uncategorized
Kebakaran Lahan di Gunungkidul Naik 2 Kali Lipat, Mayoritas Dipicu Warga Bakar Sampah
Wonosari, (pidjar.com)-Musim kemarau mulai berdampak pada meningkatnya kasus kebakaran lahan di Kabupaten Gunungkidul. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sudah terjadi delapan kebakaran lahan sejak awal 2026, atau meningkat dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya empat kejadian.
Kepala Subbagian Tata Usaha UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gunungkidul, Ngadiyono, mengatakan mayoritas kebakaran dipicu aktivitas masyarakat yang membakar sampah maupun dedaunan kering tanpa pengawasan hingga api merambat ke lahan di sekitarnya.
“Berdasarkan laporan yang kami terima, rata-rata kebakaran disebabkan aktivitas masyarakat yang membakar sampah. Karena adanya kelalaian, api membesar dan membakar lahan,” kata Ngadiyono, Jumat, (24/07/2026).
Lonjakan kasus tersebut membuat Damkarmat Gunungkidul memperketat pengawasan terhadap aktivitas pembakaran sampah selama musim kemarau. Selain itu, petugas juga menggencarkan edukasi kepada masyarakat agar tidak lagi membersihkan lahan dengan cara membakar.
Menurut Ngadiyono, edukasi dilakukan melalui berbagai cara, baik sosialisasi langsung kepada masyarakat maupun kampanye di media sosial. Bahkan, Damkarmat membuat video parodi tanpa dialog agar pesan pencegahan kebakaran lebih mudah dipahami masyarakat.
“Konsep parodi tanpa suara agar pesan yang disampaikan lebih mudah diterima dan mendapat respons positif dari masyarakat. Ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran warga untuk tidak lagi membakar sampah sembarangan, meningkatkan kewaspadaan, sekaligus mengurangi jumlah kejadian kebakaran,” ujarnya.
Ia mengatakan upaya pencegahan perlu terus diperkuat karena Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.
Sementara itu, Kepala BPBD Gunungkidul Purwono meminta masyarakat menghentikan kebiasaan membakar sampah maupun sisa tanaman. Menurutnya, kondisi geografis Gunungkidul yang didominasi kawasan karst dan lahan kering membuat api lebih mudah menyebar saat musim kemarau.
“Pembakaran lahan dapat memicu kebakaran hutan dan lahan. Api cepat merambat karena angin kencang dan vegetasi yang kering, merusak ekosistem karst, menyebabkan lahan menjadi gersang, mengurangi daya resap air, hingga meningkatkan risiko longsor,” kata Purwono.
Selain mengancam lingkungan, asap dari kebakaran juga berdampak pada kesehatan masyarakat. Asap dapat memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), gangguan pernapasan, hingga mengurangi jarak pandang pengguna jalan.
Karena itu, BPBD mengimbau masyarakat mengelola sampah organik tanpa membakar. Dedaunan maupun sisa hasil pertanian dapat dimanfaatkan menjadi kompos dengan cara ditimbun di dalam lubang sehingga lebih ramah lingkungan sekaligus bernilai manfaat.
“Komposkan dedaunan dan sisa pertanian dengan cara ditimbun di dalam lubang agar dapat dimanfaatkan menjadi pupuk,” pungkasnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized2 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
Sosial2 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized4 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan2 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
