Pemerintahan
131 Sekolah Direvitalisasi dengan Sistem Swakelola, DPRD Soroti Risiko Pelaksanaannya
Wonosari, (pidjar.com)- Sebanyak 131 sekolah di Kabupaten Gunungkidul mendapat bantuan program revitalisasi dari pemerintah pusat pada 2026. Setiap sekolah menerima alokasi anggaran yang bervariasi, mulai sekitar Rp300 juta hingga Rp500 juta.
Besarnya anggaran tersebut membuat DPRD Gunungkidul meminta sekolah dan komite yang menjadi pelaksana program secara swakelola agar menggunakan dana sesuai rencana dan aturan yang berlaku.
Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul Heri Purwanto mengatakan program revitalisasi tersebut harus dilaksanakan secara cermat dan akuntabel. Menurutnya, besarnya anggaran yang diterima setiap sekolah perlu diimbangi dengan pengelolaan yang tertib.
“Tahun ini ada 131 sekolah di Gunungkidul yang mendapatkan bantuan program revitalisasi dari Pemerintah Pusat,” kata Heri, Jumat (25/9/2026).
Heri menegaskan mekanisme swakelola bukan berarti pelaksanaan program bisa dilakukan tanpa memperhatikan aturan. Sekolah bersama komite tetap harus mematuhi regulasi yang telah ditetapkan.
“Ada regulasi yang harus dipatuhi. Jangan sampai program swakelola perbaikan sekolah malah jadi masalah kelak di kemudian hari. Jangan sampai itu terjadi di Gunungkidul,” ujarnya.
Dia menyebut alokasi anggaran untuk masing-masing sekolah cukup besar. Nilainya berkisar Rp300 juta hingga Rp500 juta, tergantung program revitalisasi yang diterima.
“Ini besar sehingga harus dipergunakan sesuai dengan rencana yang telah disusun,” katanya.
Menurut Heri, penggunaan anggaran harus berorientasi pada kebutuhan revitalisasi sekolah. Selain itu, pelaksanaan pekerjaan juga harus memperhatikan kualitas dan keamanan bangunan.
Selain penggunaan anggaran, Komisi D DPRD Gunungkidul juga menyoroti kualitas hasil revitalisasi. Heri meminta aspek keamanan konstruksi menjadi perhatian utama karena bangunan sekolah digunakan setiap hari oleh siswa dan guru.
Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah material rangka atap. Heri menyarankan agar sekolah mempertimbangkan penggunaan kayu jati dibandingkan baja ringan.
“Kalau bisa bagian atap jangan pakai baja ringan. Tapi, pakai kayu jati akan lebih aman dan tahan lama,” ujarnya.
Heri menilai penggunaan kayu jati juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Gunungkidul apabila material tersebut diperoleh dari warga sekitar.
Kalau pakai kayu jati bisa membeli dari warga sekitar sehingga ikut pemberdayaan. Hal berbeda dengan baja ringan karena yang diuntungkan adalah pabrikan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Cipta Karya DPUPRKP Gunungkidul Ashari Nurkalis memberikan penjelasan dari sisi teknis. Menurutnya, penggunaan kayu maupun baja ringan sama-sama dapat menghasilkan konstruksi yang kuat dan aman selama pemasangannya mengikuti perhitungan struktur.
“Sudah ada software untuk menghitung struktur baja ringan dan vendor sudah memilikinya. Kalau dipasang sesuai standar, maka akan aman dan tahan lama,” kata Ashari.
Dia menegaskan pemasangan baja ringan tidak boleh dilakukan sembarangan. Perhitungan teknis dan kajian struktur tetap diperlukan agar konstruksi mampu menahan beban sesuai peruntukannya.
Dengan adanya program revitalisasi di 131 sekolah tersebut, DPRD berharap bantuan pemerintah pusat benar-benar menghasilkan perbaikan fasilitas pendidikan yang berkualitas. Pengelolaan anggaran pun diminta tetap transparan dan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.
-
Uncategorized4 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized2 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized23 jam yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized4 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Sosial2 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized4 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
Uncategorized4 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Pariwisata2 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
