fbpx
Connect with us

Peristiwa

Suasana Haru Warnai Pemakaman Korban Laka Bedoyo, Calon Istri Alfri Menangis Histeris

Diterbitkan

pada tanggal

Girisubo,(pidjar.com)–Tangis histeris mewarnai pemakaman dua orang korban kecelakaan di tikungan Padukuhan Pringluang, Desa Bedoyo, Kecamatan Ponjong pada Rabu (14/08/2019) kemarin. Keduanya, yaitu almarhum Muhammad Arif Alfrianto dan Susiyem, keduanya warga Padukuhan Pakelkopek, Desa Pucung, Kecamatan Girisubo sendiri merupakan ibu dan anak. Alfri dan Susiyem tewas di lokasi kejadian setelah sepeda motor yang mereka tumpangi menabrak sebuah truk dalam kecepatan tinggi.

Peristiwa kematian keduanya menjadi duka yang sangat mendalam bagi masyarakat Padukuhan Pakelkopek. Hal ini lantaran korban yang akrab dipanggil Alfri ini pada Jumat (16/08/2019) esok akan melangsungkan pernikahan dengan pujaan hatinya, Astuti Vikaningtyas. Saat prosesi penyemayaman jenazah hingga pemakaman, sang calon istri mendiang Alfri tak henti-hentinya mengeluarkan air mata. Bahkan sesekali ia histeris seperti tak percaya bahwa calon suaminya telah meninggal hanya dua hari sebelum pernikahannya.

“Memang seperti tidak sadar, dari kemarin sebelum jenazah datang, calon istrinya terus histeris,” ujar kerabat korban, Herianto di sela-sela pemakaman kedua korban di Tempat Pemakaman Umum Desa Pucung, Kamis (15/08/2019) siang.

Dikatakan Heri, Alfri dan keluarganya sudah sejak berhari-hari terakhir ini menyiapkan segala kebutuhan pernikahannya. Heri menambahkan, sejak beberapa waktu terakhir ini, sudah dirasakan banyak gelagat aneh dari Alfri

Berita Lainnya  BPBD Gunungkidul Ikut Siaga Pasca Peningkatan Status Gunung Merapi, Masyarakat Diminta Tetap Tenang

“Ada tetangga yang ketemu di Alfamart Baran Rongkop sebelum kejadian. Wajah Bu Susi kelihatan cerah sedangkan Alfri ditanya mau kemana katanya mau cari kartu kuning sebagai syarat kerja,” imbuh Heri.

Maklum, Alfri baru saja lulus dari SMK 1 Girisubo. Rencananya, setelah melangsungkan pernikahan dengan pacarnya yang merupakan teman sekolahnya itu, ia akan berangkat ke Jakarta untuk mencari kerja. Kendati baru lulus, Alfri memang sudah bertekad bulat akan menikah muda. Orang tuanya pun mendukung pilihan pemuda tersebut.

“Bapaknya memang kerja di Jakarta, rencananya setelah lulus boyongan ke kota,” kata dia. 

Diceritakan Heri, suami Susi yang juga merupakan Ayah dari Alfri, Narji saat kejadian masih bekerja dan berada di Jakarta. Narji sedianya berencana baru akan pulang hari Kamis ini untuk menghadiri pernikahan putra kesayangannya. Namun nasib berkata lain, kepulangan Narji harus lebih awal dan justru untuk menghadiri pemakaman sang istri dan anaknya.

Berita Lainnya  Kecelakaan Beruntun Pelajar Saat Jam Berangkat Sekolah, 4 Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

“Pak Narji begitu dikasih tahu langsung terbang dari Jakarta, sampai rumah jam 20.00 WIB, minta peti dibuka, histeris para pelayat menangis,” ucap Heri.

Korban Susiyem sendiri diketahui memiliki dua anak. Alfri merupakan anak sulungnya, sementara si bungsu Shabrina yang diketahui masih berusia lima tahun seakan masih belum mengetahui apa yang terjadi.

” Ba’da Magrib jenazah datang, para sanak saudara tetangga datang, rata-rata yang datang nangis, Shabrina ngomong Mamak ora ngopo-ngopo yo, aku ditumbaske tas, para pelayat nangis lebih histeris,” cerita Heri.

Saat ini, prosesi pemakaman sudah usai dilakukan. Sementara sanak saudara masih berada di rumah duka. Sang ayah Narji dan calon istri Alfri, Astuti tak kuasa menahan tangisan sehingga enggan dimintai keterangan.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler