Sosial
Kisah Inspiratif Jhody Setiawan, dari Penjaga Warnet Hingga Sukses Jadi Fotografer
Semanu, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)—Hobi jika ditekuni lambat laun akan menghasilkan rejeki. Tanpa modal yang banyak, keinginan dan ketekunan jika dilakukan bersama-sama pasti akan membuahkan hasil. Begitulah gambaran yang dialami Agus Setyawan atau yang memiliki nama tenar Jhody Setiawan warga Padukuhan Semanu Utara, Desa Semanu Kecamatan Semanu tersebut.
Pria kelahiran 30 Oktober 1986 tersebut sukses meniti karirnya di bidang fotografi. Memang, bagi berbagai kalangan, ongkos untuk menjadi seorang fotografer tentu tidaklah suatu yang murah. Harga kamera, lensa dan perawatan tentu akan merogoh kantong yang cukup dalam karena harganya yang jutaan. Namun demikian, hal ini tak menyurutkan langkah Jhody yang mengaku mulai tertarik menekuni bidang photographer sejak 2011 tersebut.
“Awalnya saya cuma penjaga warnet, jelas sesuatu yang imposibel saya bisa memberli kamera dan lensa yang harganya puluhan juta, wong gaji saya aja sebulan sebagai penajag warnet sejuta gak genep,” urai Jhody saat bertemu pidjar-com-525357.hostingersite.com, Sabtu (24/08/2019).
Ia mulai mengenal dunia fotografi sendiri sejak tahun 2011. Karena ketertarikannya, dengan modal tekat bulat ia belajar ke sebuah komunitas yakni Gunungkidul Photography. Bagi Jodhy, belajar secara otodidak tentu bukanlah hal yang mudah. Namun kendati demikian, hal tersebut tak lantas menyurutkan niatnya. Ia terus menekuni bidang fotografi sejak awal 2012, dengan berawal menjadi asisten salah satu fotografer kondang di Gunungkidul.
“Saya memutuskan untuk keluar dari penjaga warnet, tempat dimana saya bekerja selama dua tahun,” ujarnya.
Setelah beberapa waktu menjadi asisten fotografer, ia membulatkan niatnya dengan menjual sepeda motor untuk membeli kamera. Motornya yang lumayan butut hanya dibeli dengan harga Rp. 4 juta. Kemudian hasil dari penjualan motornya tersebut ia gunakan untuk membeli kamera merk Canon EOS 500D.

“Saat itu saya juga sudah berumah tangga, namun istri saya tetap mendukung penuh keputusan saya untuk menjual sepeda motor demi kamera walaupun saat itu memang bisa dikata tidak ada haslinya,” kelakar Jhody mengenang masa lalunya.
Setelah memiliki kamera yang bisa dikata ala kadarnya, ia terus berlatih dengan komunitas Gunungkidul Photography untuk berlatih hunting foto. Adapun konten foto yang ia gunakan berlatih pun cukup beraneka seperti foto landscape pemandangan, portrait maupun foto model ia tekuni.
“Baru di tahun 2013 saya berani ambil job foto pernikahan, saat itu modal saya per rol Rp 125 ribu,” bebernya.
Memasuki than 2015, Jhody semakin dikenal seiring dengan munculnya instagram. Dengan kualitas foto yang ia pamerkan, interaksi antara dia dan para calon customer lebih mudah. Bahkan hingga saat ini, follower instagramnya pun menembus lebih dari 90 ribu follower.
“Alhamdulillah, buah kegigihan saya sudah mulai saya rasakan,” ujarnya.
Saat ini, ia sudah memiliki studio foto sendiri. Job fotonya pun lumayan padat dengan client dua hingga tiga per hari untuk wedding.
“Untuk job menikah, tunangan atau acara-acara saya maksimal sehari tiga client, untuk paket foto sendiri saya bandrol mulai dari Rp. 2,5 juta,” jelasnya.
Dengan apa yang ia raih, ia pun berpesan kepada generasi muda di Kabupaten Gunungkidul agar tidak pernah takut bermimpi. Dengan modal mau belajar dan tekun, segala impian pasti akan terwujud.
“Tentunya jika sudah di atas tetaplah jadi seorang yang humble,” ucapnya.
-
Uncategorized17 jam yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized5 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Pariwisata3 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized4 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan3 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
-
Uncategorized2 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
