Sosial
Miliki Nilai Jual Tinggi, Petani Gunungkidul Mulai Lirik Budidaya Pisang Mas Asal Lumajang
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Budidaya Pisang Mas Kirana saat ini tengah dilirik oleh petani. Sejumlah lahan kosong tak produktif untuk pertanian, banyak dimanfaatkan untuk menanam buah tersebut. Di Gunungkidul ada 40 hektare lahan yang kini ditanami berasal dari daerah Lumajang ini.
Wakil Ketua KWT Garotan, Erna mengatakan Pisang Mas Kirana sekarang sedang diminati oleh petani. Sebab dalam proses budidayanya cukup mudah dan tidak membutuhkan perawatan khusus. Selain itu, untuk harganya juga berbeda jika dibandingkan dengan pisang mas jenis lain.
Menurutnya, konsumen menyukai Pisang Mas Kirana karena ukurannya yang sesuai dengan selera konsumen, warna kulit buah pisang mas juga sangat menarik yaitu kuning cerah, didukung dengan rasa daging buahnya manis, segar, dan teksturnya lembut. Sehingga banyak dicari oleh orang.
“Ya memang rasanya lebih manis. Batangnya mudah ditanaman, jadi untuk perawatan juga tidak ada teknik khusus,” kata Erna.
Adapun di wilayahnya ada 3 demplot budidaya Pisang Mas Kirana dengan luasan lahan 2.000 meter di lahan kosong. Kemudian masing-masing anggota KWT juga memiliki paling tidak 10 batang yang ditanam di pekarangan rumahnya. Untuk masa tanamnya sendiri 7 sampai 8 bulan dari penanaman pertama sudah bisa berbuah.

“Kalau dirawat dengan baik tentu kualitasnya akan lebih unggul lagi. Harga jualnya 15 ribu sampai 20 ribu per sisir, tapi tergantung dengan kondisi barangnya,” imbuh dia.
Sementara itu, Petugas di Bidang Perkebunan dan Hortikultura, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Restu mengatakan komoditas ini memang tengah menjadi primadona karena tergolong potensial. Selain mudah ditanam, harga jual dipasaran juga lumayan tinggi.
Bahkan, pisang ini juga menjadi pilihan utama bagi para pengusaha hotel, catering atau restoran karena warnanya yang menarik dan memiliki rasa yang pas.
Di Gunungkidul, ada 40 hektare lahan yang digunakan untuk budidaya pisang mas Kirana yang tersebar di Kapanewon Semin, Nglipar, Ngawen, Gedangsari, dan Patuk. Pendampingan dari Dinas tetap diberikan agar hasilnya lebih maksimal.
“Memang jadi primadona baru. Gunungkidul mulai mengembangkan tanaman jenis ini sejak 2019 lalu. Sektor hortikultura dan perkebunan sebenarnya banyak sekali peluang yang potensial untuk menggerakkan ekonomi,” ucap Restu.
-
Uncategorized1 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Sosial3 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized2 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized2 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Pemerintahan3 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Uncategorized2 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Uncategorized6 hari yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemuda 22 Tahun Ditemukan Gantung diri di Dapur Rumah
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragis, Lansia di Candirejo Ditemukan Meninggal Terbakar
-
Uncategorized1 hari yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
