fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Butuh Dana Segar, 80 Persen Anggota DPRD Gunungkidul Gadaikan SK di Bank

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul menyebut 80 persen dari total 45 anggota DPRD yang ada telah mengajukan pinjaman menggunakan Surat Keputusan (SK) sebagai jaminan di bank. Pinjaman sendiri diketahui dilakukan tidak dalam waktu bersamaan, namun demikian setelah SK turun para wakil rakyatyang barusaja dilantik tersebut langsung mengurus proses peminjaman dana.

Sekretaris Dewan, Agus Hartadi mengatakan, ada 80 persen anggota dewan telah mengajukan pinjaman ke bank di Gunungkidul. Data tersebut ia peroleh lantaran dalam proses pengajuannya anggota dewan harus mengajukan pinjaman melalui pihaknya. Dimana sekretariat DPRD Gunungkidul harus mengetahui adanya pinjaman, dan terdapat surat yang dikeluarkan pula.

“Ada 80 persen yang mengajukan pinjaman karena kalau akan mengajukan pinjaman harus melalui sekretaris dewan,” ujarnya Selasa (17/09/2019).

Dalam pengajuannya, puluhan anggota dewan mengajukan dalam waktu berbeda. Hal itu menurutnya lantaran kebutuhan setiap individu berbeda-beda, kemungkinan saat ini mereka masih belum semuanya membutuhkan dana segar.

“Sejak dilantik hingga saat ini sudah ada kuang lebih 80 persen anggota dewan yang mengajukan pinjaman ke bank. Kebutuhan seseorang kan berbeda-beda, jadi hingga saat ini masih ada yang mengajukan,” imbuhnya.

Disinggung terkait jumlah pinjaman yang diajukan oleh para anggota dewan dirinya enggan menyebutkan jumlahnya. Menurut Agus hal tersebut tidak elok untuk dibicarakan secara terbuka lantaran merupakan hak pribadi setiap anggota dewan.

Sebelumnya, pimpinan sementara DPRD Kabupaten Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menghimbau kepada seluruh anggota dewan agar tidak menghabiskan gajinya untuk membayar tanggungan hutang dari bank. Pembayaran hutang dengan cara langsung potong gaji, jika gaji bulanan habis ditakutkan akan mempengaruhi kinerja sebagai anggota dewan.

“Kalau gaji sampai nol tiap bulan ditakutkan nanti akan mempengaruhi semangat anggota dewan untuk berangkat ke kantor. Ya kan kalau orang kerja berangkat kekantor yang diidamkan gaji tiap bulan, kalau gaji sampai nol kan bisa mengurangi semangat bekerja,” pungkasnya.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler