Pemerintahan
Manfaatkan Lahan Sempit Untuk Bercocok Tanam, Pemkab Dampingi Ratusan Kawasan Rumah Pangan Lestari
Saptosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemanfaatan lahan sempit atau pekarangan terus digalakkan agar masyarakat lebih aktif dalam bidang pertanian. Disisi lain juga untuk mengurangi beban pengeluaran untuk membeli sayuran dan bahan pangan lainnya, sehingga perekonomian masyarakat dapat terbantu. Baru-baru ini pemerintah melakukan penyuluhan dan pendampingan bagi kelompok tani untuk aktif memanfaatkan lahan sempit yang ada di lingkungan sendiri dengan program kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Gunungkidul, Fajar Ridwan mengatakan ada beragam medote yang dilakukan oleh pemerintah untuk memberikan inovasi bertani bagi masyarakat Gunungkidul. Program ini memiliki andil yang cukup besar dalam meningkatkan kethanan pangan masyarakat dan meningkatkan aktifitas bertanaman ataupun bertani bagi masyarakat.
Program KRPL ini ada bebeberapa metode diantaranya metode hidroponik dan aquaponik yang diterapakan untuk mensiasati lahan sempit. Untuk hidroponik sendiri nampaknya tidak begitu asing bagi masyarakat, namun untuk aquaponik sendiri belum banyak yang tahu dan belum banyak pula yang menerapkannya.
Metode ini menggabubgkan cara bercocok tanam menggunakan sarana seadanya. Kemudian ditambah pula dengan sistem kolam ikan, limbah dan air kolam ini sendiri kemudian dimanfaatkan untuk menyirami tanaman yang ditanam pada media tertentu.
“Ini sebagaincara untuk pengembangan rkawasan Rumah Pangan Lestari. Sehingga dapat membantu masyarakat dalam pemenenuhan bahan pangan,” kata Fajar Ridwan, Selasa (17/09/2019).

Lebih lanjut ada beragam tanaman yang dapat ditanam memanfaatkan metode ini. Seperti misalnya sayur-sayuran terong, tomat, kacang panjang, sawi dan beberapa jenis lainnya. Tidak hanya menggunakan dua metode itu,bahkan petani perempuan juga banyak yang memanfaatkan lahan pekarangan mereka kemudian digunakan untuk bercocok tanam dengan cara membuat betengan-betengan di lahan yang ada.
Selama beberapa tahun belakangan ini, penerapan bertanam memanfaatkan lahan seadanya telah dilakukan 135 kelompok wanita tani. Hasilnya pun dianggap memuaskan, paling tidak dapat glmengurangi pengeluaran belanja. Sehingga kebutuhan sayur dapat terpenuhi sendiri meski memiliki lahan yang sempit.
“Secara ekonomi kan juga terbantu to. Uang yang seharusnya untuk belanja bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lain,” tambah dia
Program ini juga dapat meningkatkan konsumsi sayur dan ikan bagi masyarakat. Sehingga konsumsi makanan beragam bergizi seimbang dan aman dapat dilakukan kapan saja. setelah ada 135 kelompok wanita tani, pemerintah akan kembali melakukan pembentukan sedikitnya 26 kelompok. dengan demikian, ibu-ibu memiliki kegiatan lain yang sekiranya dapat menghasilkan dalam bentuk bahan pangan atau bahkan uang tambahan.
Sementara itu, salah satu Kelompok Wanita Tani di Krambilsawit, Sutampi mengatakan meski berada di daerah selatan, namun kelompok perempuan ini tetap aktif dalam.pengrmbangan petanian dengan memanfaatkan lahan pekarangan. Beragam sayuran di tanam oleh kelompok ini, hasilnya selain dimanfaatkan untuk pribadi jika ada sisa kemudian di jual bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Lahan seadanya bisa dimanfaatkan untuk produksi. Kami merasa terbantu tentunya dengan program semacam ini,” kata Sutampi.
Menurutnya sedikit banyak perekonomian perempuan dikelompoknya terbantu. Mereka juga memiliki kegiatan positif, dan bagi mereka yang tidak bertani dapat belajar bertani sederhana melalui program Rumah Pangan Lestari.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized5 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized7 hari yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized6 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized2 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
