fbpx
Connect with us

Olahraga

Cedera Saat Berlaga, Pemkab Akan Ganti Biaya Perawatan Atlet Porda

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Ratusan altet berprestasi dari Gunungkidul sejak bulan September ini disibukkan dengan ajang bergengsi yakni Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY XV. Hingga Senin (16/09/2019) kemarin, para atlet Gunungkidul baru berhasil mengantongi medali 3 medali emas, 6 medali perak, dan 20 medali perunggu. Perhatian dari pemerintah terkait dengan kesejahteraan maupun jaminan bagi para atlet dalam ajang Porda DIY XV ini sendiri cukup bagus. Selain memberikan bonus bagi atlet yang mendapatkan medali emas, pemerintah juga siap memberikan bantuan pembiayaan bagi atlet yang mengalami cedera saat berlangsungnya Porda DIY.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Gunungkidul, Jarot Budi Santoso memaparkan, terkait ajang Porda DIY XV ini, pemerintah telah menyiapkan dana darurat yang sewaktu-waktu dapat dicairkan untuk membantu pembiayaan pengobatan atlet. Nantinya, para atlet akan dtanggung biaya perawatan manakala mengalami cedera atau kecelakaan saat berlangsungnya ajang bergengsi ini.

Ia beberkan lebih lanjut, besaran bantuan yang diberikan sendiri menyesuaikan dengan total biaya perawatan dari atlet. Adapun mekanisme pencairannya sendiri yakni, dari atlet harus mengajukan klaim ke KONI dengan membawa surat atau kwitansi total perawatan yang dijalani.

“Jadi nantinya ada bentuk pertanggungjawaban dari pemerintah kepada atlet yang mengalami cedera,” kata Jarot, Selasa (16/09/2019).

Perhatian ini diberikan lantaran memang ada beberapa cabang olahraga yang beresiko menyebabkan atlet cedera. Misalnya saja cabang olahraga bela diri, atletik dan beberapa lainnya. Ini menjadi perhatian khusus bagi pemerintah dan KONI untuk dapat bertanggungjawab membantu biaya yang dibutuhkan oleh atlet.

Berita Lainnya  Tingkatkan Kunjungan, Perpusdes di Seluruh Gunungkidul Didorong Dilengkapi Komputer dan Internet

Disinggung mengenai keikutsertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi atlet-atlet yang berkompetisi, ia mengatakan jika dari pemkab Gunungkidul belum ada rencana ke arah sana. Hal ini lantaran ada sejumlah faktor yang harus dipertimbangkan. Untuk dana khusus atau darurat ini jumlahnya tidak dapat ditentukan besarannya, hanya saja jika ada klaim nantinya akan disesuaikan dengan biaya perawatan.

Senada dengan Jarot, Sekretaris KONI Gunungkidul, Heri Santoso memaparkan, dengan adanya perhatian dari pemerintah, ia berharap agar para atlet Gunungkidul semakin bersemangat. Untuk pertandingan sendiri, saat ini diliburkan hingga tanggal 23 September mendatang. Kemudian lanjut pada tanggal 23 September hingga 30 September dan lanjut kembali di tanggal 10 Oktober 2019 mendatang. Saat ini 3 medali emas baru dikantongi oleh kontingen Gunungkidul, dari perolehan medali diketahui kontingen ini berada diurutan paling buncit.

Berita Lainnya  Hewan Ternak di Bejiharjo dan Sekitarnya Akan Terus Divaksin Hingga 10 Tahun ke Depan

“Untuk target, 31 medali emas kita harap dapat dikantongi,” tambah dia.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Gunungkidul, Dhian Novita mengatakan untuk keikutsertaan atlet dalam jaminan ketenagakerjaan sendifi memang belum dilakukan oleh KONI GUnungkiudl bekerjasama dengan lembaganya. Kendati demikian nantinya dari BPJS sendiri akan melakukan pendekatan kembali. Pasalnya untuk jaminan sendiri dari kacamata lembaga ini sangatlah dibutuhkan. Beberapa cabang olahraga sendiri memang ada resiko cidera.

“Belum ada kerjasama dengan kami. Dulu pernah ada koordinasi tapi dari KONI belum bersedia. Untuk besaran iuran sendiri hanya sekitar Rp 10.000 untuk JKK dan JKM,” tutupnya.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler