fbpx
Connect with us

Sosial

Gelar Festival Dolanan Anak dan Jajanan Pasar Diharapkan Mampu Dorong Pariwisata di Gunungkidul

Diterbitkan

pada tanggal

Patuk,(pidjar.com)–Budaya serta kekayaan alam menjadi pendukung kemajuan sektor pariwisata di Gunungkidul. Pemerintah terus berupaya menyatukan beberapa elemen tersebut untuk menambah daya tarik pariwisata di Gunungkidul. Seperti yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata Gunungkidul bekerjasama dengan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Gunungkidul menggelar festival dolanan anak dan jajanan pasar di Taman Hutan Raya (TAHURA), kawasan konservasi Hutan Bunder, Kecamatan Patuk, Minggu (27/10/2019).

Kasi Promosi dan Informasi Wisata, Dinas Pariwisata (Dinpar) Gunungkidul, Purnomo Sumardamto mengatakan, selama ini kekayaan alam menjadi poros utama pariwisata di Gunungkidul. Hadirnya festival seperti ini, masyarakat mampu memberikan nuansa yang beda terhadap penunjang kuliner dan atraksi yang ada di desa wisata.

Berita Lainnya  Arus Mudik 2019, Volume Kendaraan Masuk Gunungkidul Diprediksi Meningkat Hingga 10 Persen dari Hari Biasa

“Harapan kita, setiap potensi yang ada di wilayah-wilayah itu nanti dapat menjadi pendorong sektor pariwisata. Baik kuliner maupun dolanan anak dapat ditunjukan kepada para turis dan wisatawan,” kata pria yang akrab disapa Damto ini.

Ia menjelaskan, Dinas akan melaksanakan kegiatan setura secara berkelanjutan. Menurutnya, upaya mengenalkan dan menggali potensi-potensi yang ada di masyarakat demi kemajuan pariwisata di Gunungkidul ini akan berdampak baik pada kemajuan pariwisata.

“Kita lihat potensi di Gunungkidul ini sangat melimpah. Kita bersama-sama mengelolanya dan menata agar berdampak positif bagi Gunungkidul,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asti Wijayanti pun menuturkan hal serupa. Menurutnya terselanggaranya dua kegiatan positif ini bertujuan untuk melestarikan kebudayaan tradisional yang ada di Gunungkidul.

Berita Lainnya  Sumber Daya Alam Melimpah, Desa Banyusoca Mulai Kembangkan Budidaya Lebah Madu

Sebab, saat ini anak-anak mulai meninggalkan dolanan anak yang sebenarnya jika dikemas akan menjadi seuatu yang apik.

“Dolanan anak kan sudah mulai dilupakan maka kegiatan ini kita mengingatkan kembali untuk melestarikannya dan nantinya bisa dicintai masyarakat luas,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut dengan pihak dinas menggadeng beberapa unsur yang berasal dari 18 kecamatan se-Kabupaten Gunungkidul untuk perlombaan menyajikan jajanan pasar. Panitia juga telah menyiapkan para juri yang kompeten dan hadiah menarik berupa piala dan uang tunai bagi pemenangnya. (kelvian)

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler