fbpx
Connect with us

Sosial

Tak Kunjung Dapat Perhatian, Warga Serpeng Nekat Urunan Ratusan Juta Untuk Perbaiki Jalan

Diterbitkan

pada tanggal

Semanu, (pidjar.com)–Lambannya respon dari pemerintah terkait dengan kerusakan infrastruktur yang terjadi membuat kesal warga Desa Pacarejo kesal. Bahkan lantaran kerusakan jalan itu terjadi di jalur krusial, warga di tiga padukuhan di Desa Pacarejo tersebut terpaksa harus merogoh kocek dalam-dalam. Mereka berniat memperbaiki dua jembatan gorong-gorong tersebut secara mandiri. Sebelumnya, jembatan gorong-gorong yang terletak di jalur utama menuju Kantor Kecamatan Semanu itu mengalami ambles dan tak kunjung diperbaiki.

Jalur yang berstatus jalan kabupaten ini menjadi satu-satunya akses warga Padukuhan Serpeng Wetan, Serpeng Lor dan Serpeng Kidul menuju layanan publik seperti puskesmas, sekolah maupun kantor Kecamatan Semanu.

Warga setempat, Sutikna menyebut, jalan tersebut mulai diaspal oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul tahun 2005. Sejak dibangun pada 14 tahun silam ini, jalan tersebut tak pernah lagi tersentuh perbaikan.

Merasa geram tak diperhatikan, masyarakat setempat pun berinisiatif memperbaiki secara swadaya. Ia menceritakan, di tahun 2018 lalu, masyarakat sekitar telah membangun talud dan kemudian menutup jalan yang berlubang.

Berita Lainnya  Prihatin Dampak Negatif Gadget, Warga Desa Ngoro-oro Sepakat Matikan Alat Elektronik

“Tidak tanggung-tanggung tahun lalu kami iuran dan terkumpul sekitar Rp. 60 juta untuk pelebaran talud dan nutup jalan yang berlubang karena sudah sering memakan korban,” ujar Sutikna kesal, Senin (28/10/2019).

Tak berhenti sampai di situ, berselang setahun, warga setempat terpaksa harus kembali mengeluarkan uang. Jalan tersebut kembali rusak parah. Warga sekitar harus merasakan kerusakan parah jalan sepanjang empat kilometer.

Parahnya lagi, dari empat kilometer jalan yang rusak tersebut, terdapat dua jembatan gorong-gorong yang ambrol secara bersamaan. Tak ingin korban berjatuhan lebih banyak, terpaksa warga harus kembali patungan. Ia sendiri memperkirakan butuh dana sekitar Rp. 100 juta untuk perbaikan gorong-gorong.

“Kami juga pernah laporan ke Pemerintah Desa, namun desa sendiri tidak bisa berbuat apa-apa karena katanya ini jalan kabupaten, jika desa memperbaiki malah jadi temuan penyelewengan. Sedangkan hingga kini, tidak ada perhatian dari pemerintah kabupaten yang berwenang,” keluhnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Bina Marga DPUPRKP Kabupaten Gunungkidul Agustinus Setyo Koordijanto menjelaskan, pihaknya justru baru saja mendapatkan info terkait amblesnya gorong-gorong di kedua titik di Jalan Pacarejo ini. Dengan demikian pihaknya mengaku selama ini belum diajak koordinasi dengan pemerintah desa setempat.

Berita Lainnya  Musim Liburan dan Hari Raya, 4 Jalur Tengkorak Ini Dapat Pantauan Khusus Dari Kepolisian

“Hari ini kami akan mengecek lokasi,” tutup Setyo.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler