fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Dua Proyek Pembangunan Terancam Molor, Dinas Minta Kontraktor Tambah Tenaga Tukang Hingga Lembur

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)—Dua proyek pembangunanyang digagas oleh pmerintah dengan nilaanggaran mencapai miliaran rupiah ditargetkan rampun pada akhir tahun 2019 ini. Namun hingga pertengahan Desember, dua proyek pembangunan gedung tersebut belumlah secrara keseluruhan jadi, bahkan diketahui jauh dari target pembangunan yang telah direncanakan oleh pemerintah. Sejumlah evaluasi telah dilakukanoelh pemerintah terhadap pekerja mupun kontraktor yang menangani proyek tersebut.

Kedua proyek tersebut ialah RS Pratama Bedoyo, Desa Bedoyo, Kecamatan Ponjong dan kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Desa Siraman, Kecamatan Wonosari. Masing-masing proyek menghabiskan anggaran yang cukup fantastis.

Kasubag Administrasi dan Pembangunan Setda Gunungkidul, Eko Nur Cahyo mengatakan, pihaknya tengah melakukan fokus dua titik pembangunan tersebut karena dikhawatirkan tidak selesai tepat waktu. Pihaknya saat ini terus melalukan momitoring dan evaluasi secara intensif terhadap dua pekerjaan tersebut.

“Rekomendasi yang sudah diberikan sementara ini penambahan tenaga kerja, optimalisasi lembur, penyelesaian penyediaan barang pabrikasi dan tetap menjaga kualitas pekerjaan,” ungkap Eko saat dikonfirmasi pidjar.com, Kamis (19/12/2019) siang.

Lebih lanjut ia mengatakan, kedua pekerjaan tersebut digarap oleh kontraktor CV Dana Dyaksa. Adapun nilai proyek sendiri untuk RS Pratama Bedoyo lebih dari Rp.4,8 Miliar sedangkan untuk kantor BPBD DIY mencapai lebih dari 3,1 Miliar.

Berita Lainnya  Program Pengentasan Kemiskinan Diklaim Sukses, Warga Miskin di Gunungkidul Tinggal 17,12 %

“Progres untuk pekerjaan pembangunan BPBD tahap 1 minggu ke-15 periode 9 hingga 15 Desember 2019 mencapai 44,23% padahal target sendiri harus selesai 27 Desember,” imbuh Eko.

Terpisah, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Gunungkidul, Agus Subaryanto mengatakan, proses pekerjaan pembangunan untuk RS Pratama Bedoyo saat ini baru mencapai 60%. Sementara target pembangunan sendiri harus selesai pada 29 Desember.

“Dua paket pembangunan tersebut berpotensi dan dikhawatirkan tidak selesai tepat waktu, tetapi ini selalu kita monitoring secara ketat tentang progress hariannya,” jelas Agus.

Senin kemarin dari dinas telah mengundang kontraktor CV Dana Dyaksa untuk dimintai keterangan terkait progres dua proyek yang bernilai milyaran tersebut. Pihaknya saat ini minta upaya percepatan dan penyusunan tambah kurang pekerjaan segera difinalkan.

Berita Lainnya  Sempat Tertunda, Pembahasan Sejumlah Raperda Akan Kembali Dilanjutkan

“Sehingga nantinya akan kelihatan yang belum dilaksanakan,” kata dia.

Sejumlah kendala menurutnya tengah dialami oleh pihak kontraktor. Ia menyebut, kinerja penyedia di samping saat awal penentuan benchmarking atau titik ikat awal yang mundur karena harus diselaraskan dengan masterplan perkantoran baru di Siraman menjadi salah satu kendala prediksi mundurnya pembangunan gedung BPBD.

“Ini menjadi penting krn gedung ini dibangun pertama kali di area tersebut,” ucap Agus.

Menurutnya, jika nantinya kedua fasilitas umum tersebut tidak selesai tepat waktu, denda pun mengancam perusahan kontraktor asal Sleman tersebut. Nilai dendanya pun bisa dibilang cukup fantastis.

“untuk dendanya 1/1000 dari nilai kontrak sblm PPN,” tandasnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler