fbpx
Connect with us

Peristiwa

Persami di Tahura Bunder, Rombongan Pramuka New Caledonia Terkesan Saat Santap Umbi-umbian dan Wedang Jahe

Published

on

Playen,(pidjar.com)–Sebanyak 29 siswa bersama lima pembina Gerakan Pramuka New Caledonia akan menggelar Pekermahan Sabtu Minggu di Taman Hutan Rakyat Bunder, Gading, Playen. Kegiatan ini Sabtu (01/02/2020) pagi tadi dibua langsung oleh Wakil Kwarda DIY Bidang Budaya Profesor Swarsih Masya dan Ketua Kwarcab Gunungkidul, Bahron Rasyid serta Ketua Gerakan Pramuka Nasional New Caledonia, Michaelle.

Profesor Swarsih mengatakan, rombongan gerakan Pramuka New Caledonia ini datang ke Yogyakarta pada 28 Januari lalu. Para rombongan memang ingin mengenal gerakan Pramuka di Indonesia khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Kami harap para anggota gerakan Pramuka bisa mengenal satu sama lain. Tidak hanya satu negara tapi bisa saling mengenal antar negara,” bebernya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dengan saling bertemunya gerakan pramuka dari dua negara yang berbeda ini akan menambah pengalaman para anggota. Mereka mampu mengenal kultur, bahasa, dan kebudayaan dari masing-masing negara.

“Mereka bisa bertukar cerita pengalaman dan lain sebagainya, terlebih hari ini diadakan Persami, akan lebih intens dalam saling mengenal,” kata Profesor Swarsih.

Selain di Gunungkidul sendiri, para anggota gerakan Pramuka New Caledonia ini juga diajak belajar membatik, berkunjung ke tempat-tempat bersejarah di Yogyakarta dan belajar budaya Yogyakarta. Selain itu, mereka juga diajak mengunjung Pasar Imogiri, Bantul dengan tujuan menganalkan tempat jual beli tradisional.

“Mereka juga study banding gerakan Pramuka di beberapa sekolah di Yogyakarta,” jelas dia.

Sementara itu Ketua Kwarcab Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rasyid berharap, dijadikannya Tahura sebagai lokasi Persami ini akan memberikan pengalaman lebih kepada para peseta. Selain juga mengedukasi anggota gerakan pramuka di Gunungkidul untuk saling tukar pengalaman dengan gerakan Pramuka di New Caledonia.

“Tentu kami sangat mengapresiasi, Gunungkidul dipilih sebagai lokasi Persami dan juga para anggota dilibatkan ikut dalam Persami,” jelas dia.

Sementara itu, Ketua Gerakan Pramuka New Caledonia, Michaelle mengaku sangat terpesona dengan keindahan alam dan keanekaragaman budaya yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Hak tersebut menjadi sakah satu alasan pihaknya datang ke DIY.

“Apalagi wilayah Gunungkidul ini memiliki hutan yang sangat luas dan memiliki tempat untuk berkemah, bisa menambah pengetahuan siswa kami dalam belajar mengenai alam,” tutur dia dalam Bahasa Inggris.

Menurutnya hubungan antara gerakan Pramuka di DIY dan New Caledonia sudah seperti keluarga. Ia merasa hubungan pramuka antar negara akan mampu membuat Pramuka semakin solid.

“Saya percaya pramuka adalah bentuk sebuah hubungan dlm kehidupan,” kata dia.

Saat menyantap aneka hidangan aneka olahan umbi-umbian dan kacang tanahnpagi tadi, Michaelle merasa cocok dengan santapan tersebut. Bahkan ia mengaku belum pernah merasakannya sebelumnya.

“Sangat enak, terlebih minuman ini,” ucap dia sembari menyruput wedang jahe.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler