Sosial
Cerita Mbah Loso, Lansia yang Hidup di Gubuk Kecil Pinggir Telaga
Tanjungsari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Gubuk kecil nampak berada di tengah ladang Padukuhan Ngelo, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari. Tak banyak yang tahu selain warga sekitar bahwa di gubuk yang berdinding kalsiboard itu ternyata merupakan tempat tinggal dari mbah Loso, lansia 70 tahun.
Gubug mbah Loso jauh dari pemukiman, terletak di lereng perbukitan. Tak ada pintu penutup, dan penerangan. Hanya rembulan yang ia harapakan jadi penerang malam itu pun jika cuaca tidak mendung dan hujan.
Didepannya terdapat bekas telaga yang sudah mengering sejak gempa 2006 lalu. Pada Jumat (07/02/2020) kemarin, dirinya dapat tersenyum lega. Pasalnya, sejumlah pemuda dari karangtaruna membawa tempat tidur agar tak lagi beralas tikar tipis. Mbah Loso hanya duduk termenung dipinggir gubug menunggu sampai selesai memasang tempat tidur.
Memang cukup sulit untuk memasukkan tempat tidur bekas ini kedalam ruangan lantaran sempitnya bangunan gubuk itu. Namun setelah dipasang, Loso langsung masuk dann menikmati tempat tidur dari para pemuda itu.
Salah seorang kerabat Loso, Suwasti mengatakan bahwa Loso tinggal digubuk tersebut sejak 6 tahun silam. Keluarga besarnya sebenarnya sudah mengupayakan agar Loso tinggal di rumah yang layak. Namun selalu ditolak, bahkan beberapa waktu yang lalu sempat sakit dan dibawa sempat opname beberapa minggu.

“Pulang dari rumah sakit ya kembali lagi ke sini,” ucap Suwasti.
Dalam memenuhi kebutuhan harian, selain dari keluarga masyarakat sekitar cukup peduli dengan Loso. Beberapa tetangga mengirimkan makanan atau air bersih ke gubug sederhananya.
Ia mengatakan, mbah Loso memang agak tempramental kepada orang lain saat mendekat di gubungnya. Sehingga tidak semua orang berani mendekat.
“Keluarga tak kurang-kurang untuk mengajak mbah Loso tinggal ke rumah yang lebih layak, tetapi dia tidak mau. Ini saja (gubug) yang membuatkan orang tua saya,” ucap Suwasti.
Suwasti mengatakan, selama ini mbah Loso tidak memiliki KTP maupun bantuan jaminan kesehatan BPJS.
“Kalau bantuan dari pemerintah setahu saya belum ada,” ucapnya.
Sementara itu, Dukuh Ngelo, Timbul mengatakan, Loso tinggal digubuk yang berada diatas tanah kas desa. Tanah tersebut selama ini disewa oleh warga.
“Untuk sementara mendapatkan bantuan dari karangtaruna dusun,” kata Timbul.
Pemerintah Dusun sudah memberikan informasi terkait keberadaan Loso setelah virla di media sosial instagram @ceritagunungkidul. Nantinya akan diurus oleh pihak kecamatan terkait identitas dan jaminan kesehatannya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
-
Uncategorized2 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
