fbpx
Connect with us

Sosial

Cerita Mbah Loso, Lansia yang Hidup di Gubuk Kecil Pinggir Telaga

Published

on

Tanjungsari,(pidjar.com)–Gubuk kecil nampak berada di tengah ladang Padukuhan Ngelo, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari. Tak banyak yang tahu selain warga sekitar bahwa di gubuk yang berdinding kalsiboard itu ternyata merupakan tempat tinggal dari mbah Loso, lansia 70 tahun.

Gubug mbah Loso jauh dari pemukiman, terletak di lereng perbukitan. Tak ada  pintu penutup, dan penerangan. Hanya rembulan yang ia harapakan jadi penerang malam itu pun jika cuaca tidak mendung dan hujan.

Didepannya terdapat bekas telaga yang sudah mengering sejak gempa 2006 lalu. Pada Jumat (07/02/2020) kemarin, dirinya dapat tersenyum lega. Pasalnya, sejumlah pemuda dari karangtaruna membawa tempat tidur agar tak lagi beralas tikar tipis. Mbah Loso hanya duduk termenung dipinggir gubug menunggu sampai selesai memasang tempat tidur.

Berita Lainnya  Pemohon SKCK Membludak, Polres Gunungkidul Sampai Bangun Tenda Tampung Antrian

Memang cukup sulit untuk memasukkan tempat tidur bekas ini kedalam ruangan lantaran sempitnya bangunan gubuk itu. Namun setelah dipasang, Loso langsung masuk dann menikmati tempat tidur dari para pemuda itu.

Salah seorang kerabat Loso, Suwasti mengatakan bahwa Loso tinggal digubuk tersebut sejak 6 tahun silam. Keluarga besarnya sebenarnya sudah mengupayakan agar Loso tinggal di rumah yang layak. Namun selalu ditolak, bahkan beberapa waktu yang lalu sempat sakit dan dibawa sempat opname beberapa minggu.

“Pulang dari rumah sakit ya kembali lagi ke sini,” ucap Suwasti.

Dalam memenuhi kebutuhan harian,  selain dari keluarga masyarakat sekitar cukup peduli dengan Loso. Beberapa tetangga mengirimkan makanan atau air bersih ke gubug sederhananya.

Ia mengatakan, mbah Loso memang agak tempramental kepada orang lain saat mendekat di gubungnya. Sehingga tidak semua orang berani mendekat.

Berita Lainnya  Pelaksana Proyek Pembangunan Jalan Gading-Ngalang Mangkir Bangun Selokan, Warga Protes

“Keluarga tak kurang-kurang untuk mengajak mbah Loso tinggal ke rumah yang lebih layak, tetapi dia tidak mau. Ini saja (gubug) yang membuatkan orang tua saya,” ucap Suwasti.

Suwasti mengatakan, selama ini mbah Loso tidak memiliki KTP maupun bantuan jaminan kesehatan BPJS.

“Kalau bantuan dari pemerintah setahu saya belum ada,” ucapnya.

Sementara itu, Dukuh Ngelo, Timbul mengatakan, Loso tinggal digubuk yang berada diatas tanah kas desa. Tanah tersebut selama ini disewa oleh warga.

“Untuk sementara mendapatkan bantuan dari karangtaruna dusun,” kata Timbul. 

Pemerintah Dusun sudah memberikan informasi terkait keberadaan Loso setelah virla di media sosial instagram @ceritagunungkidul. Nantinya akan diurus oleh pihak kecamatan terkait identitas dan jaminan kesehatannya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler