fbpx
Connect with us

Peristiwa

Ucap Syukur Satu Bulan Ramadhan Penuh Berkah, Masyarakat Gelar Tradisi Kenduri

Published

on

Ponjong,(pidjar.com)–Meski perayaan Idul Fitri tahun ini masih dalam situasi pandemi covid-19 serta larangan mudik namun tidak menyurutkan semangat masyarakat dalam menyambut hari raya dengan tetap melestarikan budaya. Salah satunya adalah sehari sebelum hari raya, masyarakat menyelenggarakan tradisi kenduri di balai padukuhan atau orang yang dianggap sesepuh wilayah.

Hingga saat ini masih banyak masyarakat di Gunungkidul yang melakukan tradisi tersebut sebagai ucapan syukur atas 1 bulan Ramadhan yang penuh berkah kemarin dan menyambut kemenangan di Hari Raya Idul Fitri.

Seperti halnya yang dilakukan oleh masyarakat Sambirejo, Kalurahan Semanu Kapanewon Semanu. Sejak pagi tadi ibu-ibu sudah disibukkan dengan urusan dapur masing-masing. Mereka memasak menu yang wajib dihidangkan saat hari raya seperti sayur lombok, bakmi, tempe kerupuk, rempeyek, ketupat, apem dan beragam olahan makanan lainnya.

Selain dikonsumsi sendiri, ada sebagian kemudian dibawa ke rumah sesepuh wilayah atau balai padukuhan untuk acara kenduri.

“Kalau disini masih kental dengan tradisi leluhur. Setiap tahun dihari terakhir Ramadhan pasti ada kenduri sebagai ucapan syukur dan doa bersama,” kata Harni, salah seorang warga setempat.

Meski ditengah pandemi namun tidak mengurangi kebersamaan dan esensi dari tradisi tersebut. Mereka yang hadir dalam kenduri dibatasi dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Selain genduri, ternyata ada yang unik dan selama ini masih dilakukan oleh anak-anak.

“Jadi hari terakhir puasa itu kan ibu-ibu pasti ngapem. Anak-anak itu keliling rumah warga untuk meminta apem, ada juga yang diganti dengan uang 2000 atau 5000 bahkan ada yang.menyediakan jajanan anak-anak. Ini sebagai bentu berbagi dihari menuju kemenangan yang penuh berkah,” sambung dia.

Terpisah, Dukuh Trengguno Wetan, Runi mengatakan selama ini masyarakat masih tetap nguri-uri tradisi yang ada sejak leluhur dulu. Adapun menjelang buka puasa biasanya masyarakat berkumpul di sebuah tempag menyapkan tumpeng dan makanan lain untik doa bersama.

“Ucapan syukur dan harapan agar kedepan lebih baik,” papar Runi.

Selain kenduri, masyarakat juga banyak yang berziarah kemakam keluarga mereka.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler