Politik
Konfercab Dipercepat, Siapa Bakal Jadi Ketua Anyar DPC PDIP Gunungkidul?
Ponjong,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Akhir pekan nanti, partai terkuat di Gunungkidul, PDIP akan memiliki ketua anyar. Rencananya, Konfercab akan digelar pada Sabtu (29/06/2019) mendatang di Yogyakarta untuk memutuskan siapa nantinya yang akan menduduki jabatan Ketua DPC PDIP Gunungkidul.
Diperkirakan, kontestasi untuk memimpin DPC PDIP Gunungkidul ini akan berlangsung panas. Pasalnya merujuk pada hasil Pemilu 2019 lalu, nantinya, pemegang kuasa ini akan menduduki jabatan yang cukup penting yaitu Ketua DPRD Gunungkidul periode 2019-2024. Sebagaimana diketahui dalam AD/ART PDIP, pejabat Ketua DPC PDIP yang lolos menjadi anggota DPRD memiliki kans terbesar untuk menduduki jabatan empuk ini. Sejauh ini ada sejumlah nama tenar yang diprediksi akan bertarung dalam Konfercab PDIP ini. Selain Ketua DPC PDIP Gunungkidul saat ini, Endah Subekti Kuntariningsih, ada pula Sekjen DPC PDIP Gunungkidul Sugito; Ketua DPRD Gunungkidul Dhemas Kursiswanto hingga peraup suara terbanyak dalam Pemilu 2019 silam, Wahyu Pradana Ade Putra serta sejumlah nama lainnya.
Ketua DPC PDIP Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengungkapkan, amanat untuk penyelenggaraan Konfercab ini dirumuskan dalam Rakerda yang berlangsung beberapa waktu silam. Dalam rapat yang dipimpin Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto ini memutuskan pelaksanaan Konfercab dipercepat dari seharunya masih pada tahun 2020 mendatang menjadi tahun 2019.
“Rencananya Sabtu besok akan diselenggarakan Konfercab dengan agenda memutuskan ketua di 5 DPC di DIY dan langsung dilanjut dengan Konferda untuk memilih Ketua DPD,” beber Endah ketika ditemui pidjar-com-525357.hostingersite.com.
DPC PDIP Gunungkidul sendiri menurut Endah telah melakukan penjaringan nama-nama yang dinominasikan menjadi Ketua DPC. Ini menjadi mekanisme awal dalam pemilihan Ketua DPC PDIP. Masing-masing PAC mengusulkan nama yang didukung menjadi Ketua DPC, begitupun dengan pengurus lainnya. Nama-nama ini kemudian diseleksi melalui tes maupun analisis rekam jejak, perolehan suara dalam Pemilu dan yang lainnya sehingga kemudian tersisa 3 nama. Forum 3 nama inilah yang kemudian akan bermusyawarah mufakat untuk menentukan siapa Ketua DPC PDIP Gunungkidul periode 2019-2025.
“Jadi kita tidak mengenal voting, kalau musyawarah 3 orang ini tidak menemui mufakat, nama-nama yang ada diserahkan ke DPP dalam hal ini Ketua Umum PDIP untuk kemudian dipilih,” lanjutnya.
Meski mengakui bahwa persaingan begitu sengit, namun Endah menyebut bahwa suhu politik di kalangan PDIP Gunungkidul tetap terjaga. Semua pengurus baik di tingkat DPC maupun PAC tetap memprioritaskan kepentingan partai di atas kepentingan pribadi atau golongan. Pihaknya membebaskan para PAC untuk menjaring sendiri calon pemimpin yang mereka inginkan. Pun demikian dengan para nominator, DPC PDIP membebaskan mereka untuk melakukan lobi politik dan yang lainnya. Namun begitu, ia juga mengingatkan bahwa dalam AD/ART PDIP, keputusan Ketua Umum DPP PDIP adalah telaah tertinggi yang harus dipatuhi oleh semua anggota partai. Mekanisme yang berlaku dan disadari di PDIP saat ini adalah kader-kader hanya berhak mengusulkan dan tidak memiliki kewenangan untuk memilih.
“Sudah sejak beberapa waktu lalu kita berkomunikasi dengan seluruh PAC mengenai hak demokrasi mereka dalam mencalonkan Ketua DPC. Kita tetap adem saja kok,” imbuh Endah.
Endah sendiri menyatakan bahwa ia masih berambisi menduduki jabatan Ketua DPC PDIP untuk kedua kalinya. Jika nantinya kembali terpilih, ada sejumlah kebijakan yang akan ia buat. Diantaranya yang krusial adalah memberikan porsi khusus untuk kalangan perempuan dan anak muda dalam menjalankan organisasi partai berlambang moncong putih itu. Slot 30 % perempuan ditambah 30% anak muda serta sisanya baru diisi oleh tokoh-tokoh senior ini menjadi rencana Endah untuk semakin mendongkrak perolehan suara PDIP yang terus memenangi Pemilu di Gunungkidul selama beberapa waktu terakhir ini. Inovasi anak muda sangat penting lantaran saat ini semuanya bersifat dinamis. Partai politik harus mampu menyesuaikan dengan kehidupan masyarakat jika ingin terus hidup dan mendapatkan dukungan.
“Jikapun nanti DPP menunjuk nama lain, saya akan tetap mendukung dan berjuang sepenuhnya untuk PDIP,” tutup dia.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
