Sosial
Dua Guru SD Ditetapkan PDP, Satu Diantaranya Meninggal Dunia
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dua orang guru di Kabupaten Gunungkidul dinyatakan sebagai Pasien Dalam Pemantauan (PDP) Covid19. Satu diantaranya meninggal dunia pada 30 Maret 2020 lalu.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rasyid mengatakan, dua guru tersebut berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Disdikpora Gunungkidul. Namun demikian, diterangkannya, keduanya bukan warga Gunungkidul.
Salah seorang guru bertugas di salah satu SD di Saptosari sedangkan 1 lainnya bertugas di SD Purwosari. Adapun guru SD di Kecamatan Saptosari yang dinyatakan PDP telah meninggal dunia sementara untuk guru SD di Kecamatan Purwosari hingga saat ini dirawat di RSUP Sardjito Sleman.
“Kami tentu sangat berduka ya ada satu anggota PGRI Gunungkidul wafat dengan status PDP,” ujar Bahron kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Rabu (02/04/2020).
Kendati demikian Bahron mengatakan, hasil laboratorium swab kedua guru yang dinyatakan PDP tersebut hingga saat ini belum keluar. Sebagai rasa solidaritas, pihaknya sebagai Ketua PGRI Gunungkidul berinisiatif untuk memberikan santunan terhadap dua anggota itu.

“Hari ini kita berikan santunan kepada dua orang guru, yang satu guru meninggal dunia dengan status PDP di Sardjito, yang satu guru di Purwosari yang anaknya positif dia dan suaminya PDP,” jelas dia.

Dikatakan Bahron, santunan ini diserahkan secara simbolis kepada koordinator wilayah PGRI. Menurutnya, pemberian santunan ini sebagai bentuk kepedulian PGRI kepada anggotanya yang terdampak Pandemi Covid19.
“Pengurus dan anggota iuran untuk mengurangi beban keluarga anggota kami yang sedang terkena musibah,” tutur Bahron.
Pihaknya pun saat ini terus melakukan pemantauan berkaitan dengan kondisi guru, baik yang berstatus ODP maupun PDP.
“Ada yang ODP, kepala sekolah selalu memberikan update setiap minggu, tapi kami tidak bisa membeberkan jumlahnya, kami pastikan mereka kerja di rumah, sementara yang PDP tidak bekerja” jelasnya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Purwosari, Sumaryani mengatakan, satu guru yang menjadi PDP dan dirawat di RS Panembahan Senopati. Menurutnya, kejadian bermula kala suami guru tersebut, pada 14 Maret pulang dari Jakarta.
“Kemudian tanggal 16 Maret sekeluarga demam, kemudian sekeluarga periksa, ketiganya dirawat si ruang yang sama,” imbuh dia.
Kemudian pada 25 Maret 2020, sang anak dinyatakan positif Covid19. Untuk kedua orang tuanya, masih menunggu hasil lab.
“Statusnya masih PDP, kami belum dapat info lanjutan lagi,” tandasnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluVaksin PMK Gunungkidul Tersisa 22.975 Dosis, Dikejar hingga Ternak Sasaran Terpenuhi
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluABK Asal Riau Meninggal Saat Melaut di Perairan Kawasan Sadeng
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
