Connect with us

Peristiwa

Depresi Tak Kunjung Menikah Diduga Jadi Motif Warga Semanu Gantung Diri

Diterbitkan

pada

Semanu,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Motif gantung diri yang dilakukan oleh Suparno (43) warga Padukuhan Semanu Tengah, Desa Semanu, Kecamatan Semanu masih terus digali oleh pihak kepolisian. Berbagai informasi dari anggota keluarga maupun warga sekitar terus dikumpulkan oleh pihak kepolisian. Aksi nekat yang dilakukan oleh Suparno pada Rabu (12/09/2018) pagi tadi ini memang sangat mengagetkan lantaran korban diketahui tak memiliki masalah apapun selama ini.

Suparno sendiri sehari-harinya bekerja sebagai blantik kambing di pasar hewan Munggi. Selama ini, ia dikenal baik oleh warga setempat. Meski demikian, komunikasi dengan orang lain maupun keluarga sedikit jarang dilakukan. Jika tidak ada yang begitu penting, maka tidak akan ada pembicaraan yang panjang. Di usianya yang sudah menginjak 43 tahun, Suparno hingga akhir hayatnya belum pernah berkeluarga.

Hingga ia nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri pun tidak banyak yang tahu. Permasalahan yang membuat Suparno nekat melakukan aksi yang membuat nyawanya melayang masih menjadi tanda tanya warga. Pemeriksaan sejumlah saksi pun masih terus dilakukan oleh pihak kepolisian.

Berita Lainnya  Setubuhi dan Ancam Gadis 13 Tahun, Pemuda Babak Belur Diamuk Warga

“Kurang ada komunikasi dengan keluarga. Mungkin ada permasalahan yang tidak dibicarakan, dipendam sendiri hingga kemudian memilih mengakhiri hidupnya,” kata Kanit Reskrim Polsek Semanu, Ipda Larso, Rabu (12/09/2018) siang.

Belum diketahuinya motif ini, membuat polisi terus melakukan pendalaman data terkait kepribadian Suparno. Selama ini pun dia juga tidak pernah mengeluhkan atau terlihat ada tanda-tanda mengalami sakit yang tidak kunjung sembuh. Besar kemungkinan jika yang bersangkutan nekat lantaran depresi tak kunjung menikah.

Namun demikian, polisi sendiri menurut Larso masih terus melakukan pendalaman untuk memastikan motif tersebut.

Sementara itu, Dukuh Semanu Tengah, Anton mengatakan membenarkan apabila Suparno memang selama ini memiliki karakteristik yang tertutup. Meski begitu, kepada warga, tidak pernah ada masalah yang berarti.

Berita Lainnya  Gembor-gemborkan Motor di Lingkungan Sekolah, Belasan Siswa SMK Disemprot Warga

“Baik orangnya. Di rumah tinggal dengan orang tua dan adiknya, komplit. Memang belum pernah menikah, masih bujang,” ucap Anton.

Polisi mengevakuasi jenazah Sarno yang ditemukan tergantung di Alas Jowo

Empat Nyawa Warga Gunungkidul Melayang di Ujung Tali Dalam 2 Minggu

Tewasnya Suparno yang nekat melakukan gantung diri menjadi lanjutan dari rentetan kejadian aksi gantung diri yang dilakukan selama bulan September ini. Baru menginjak hari ke 12, 4 orang warga telah melakukan aksi bunuh diri yang kesemuanya dengan jalan gantung diri. Bahkan, beberapa diantaranya dilakukan secara berturut-turut.

Berawal pada tanggal 31 Agustus 2018 silam, Marto Rejo (70) warga Padukuhan Ngasem Desa Tepus, Kecamatan Tepus ditemukan dalam kondisi tergantung di Pohon Melinjo di dekat rumahnya. Marto Rejo diduga nekat melakukan aksi gantung diri akibat depresi sakit tak kunjung sembuh.

Berita Lainnya  Rekor Penambahan Terbanyak Terjadi di Gunungkidul, 311 Orang Terkonfirmasi Corona

Tepat seminggu kemudian, pada tanggal 7 September 2018 warga Padukuhan Pulegundes 2 Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus digegerkan dengan penemuan salah satu warganya, Sarno (55) yang gantung diri di pohon di sebuah ladang sepi. Sarno diduga gantung diri lantaran depresi setelah dimarahi istrinya.

Hanya berselang hitungan jam, pada 8 September 2018 tengah malam, giliran Anjar Prasetya (35) warga Padukuhan Payak RT 02 RW 10, Desa Sumbergiri, Kecamatan Ponjong yang ditemukan tewas gantung diri di pohon mangga. Korban sendiri diketahui memiliki permasalahan ekonomi yang pelik.

Sementara yang terakhir adalah Suparno yang ditemukan pada pagi tadi tewas dengan luka jeratan di leher.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata6 hari yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Optimalisasi TKP Senopati, Pemkot Siapkan Pangkalan Becak dan Andong untuk Mudahkan Wisatawan

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4   Jogja,(pidjar.com)– Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta bergerak cepat menyiapkan penataan baru di kawasan Tempat...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Wisatawan Pantai Krakal Keluhkan Bawa Tikar Sendiri Tetap Dipungut Uang Sewa, Ini Respon Dinas

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul saat ini menjadi primadona bagi wisatawan luar daerah untuk mengisi waktu libur panjang mereka. Dalam setiap momen...

Pantai gunungkidul Pantai gunungkidul
Pariwisata2 bulan yang lalu

Menikmati Pesona Baru Pantai Sepanjang yang Memikat Wisatawan Berkunjung ke Gunungkidul

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari,(pidjar.com)– Berbicara tentang pantai di Kabupaten Gunungkidul memang tidak ada habisnya. Pasalnya, daerah ini memiliki puluhan pantai dengan keindahan...

Berita Terpopuler