Pemerintahan
Ada Pertimbangan Khusus, Beberapa Desa Pilih Tidak Laksanakan Program Setengah Miliar Masker
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi mengeluarkan program gerakan setengah miliar masker bagi penduduk dengan harapan mampu mengantisipasi penyebaran virus covid 19 dan menumbuhkan perekonomian melalui BUMDes. Namun demikian, program ini juga mengacu pada ketersediaan anggaran Dana Desa BUMDes di masing-masing kalurahan. Dengan begitu, tidak semua kalurahan di Gunungkidul melaksanakan program tersebut.
Carik Kalurahan Banaran, Kapanewon Playen, Andi Setiawan mengatakan, di Kalurahan Banaran tidak menerapkan program pengadaan masker. Ada beberapa pertimbangan yang menjadikan kalurahan ini tidak mengadakan masker diantaranya sejak masa tanggap darurat ditetapkan beberapa waktu lalu, pemerintah kalurahan telah melakukan pembagian masker untuk warganya.
Kemudian berdasarkan hasil rapat yang dilakukan dengan BPD dan lembaga lainnya menyepakati, pengadaan belum masuk pada APBD Kalurahan, kemudian belum ada BUMDes maupun unit usaha perdagangan. Pengadaan dalam jumlah banyak juga membutuhkan waktu yang lama, anggaran yang ada digunakan untuk penyaluran bantuan langsung tunai dan untuk Dana Desa tahap 3 sementara ini belum cair.
“Disesuaikan dengan kondisi juga. Informasinya ada yang menindaklanjuti program itu yakni yang memiliki BUMDes unit jual beli,”ujar Andi, Rabu (02/09/2020).
Di kalurahan ini, sekarang pemerintah sedang melanjutkan program pembangunan fisik yakni pembangunan GOR. Pelaksanaan melanjutkan pembangunan GOR itu sesuai dengan hasil musdes beberapa waktu lalu. Untuk penyaluran BLT rencananya akan dimulai Jumat besok, penerima bantuan sendiri juga diganti dari daftar terdahulu sebagai upaya pemerataan.
Terpisah, Lurah Pacarejo, Suhadi mengatakan pihaknya belum melakukan tindak lanjut program sejuta masker yang digagas oleh pemerintah pusat itu. Dirinya masih menunggu kebijakan dari pemerintah kabupaten dalam hal ini peraturan bupati yang mengatur tentang pengadaan masker itu.
“Disesuaikan dengan kondisi di masyarakat. Saya rasa di satu orang juga sudah memiliki lebih dari satu masker bahkan lebih dari 5 masker. Nanti kita lihat tingkat urgensinya bagaimana sembari menunggu langkah pemkab (Perbup),” jelasnya.
Perbup sendiri menurut Suhadi sangat penting sebagai dasar pelaksanaan program di tingkat kalurahan. Sekarang, dari pemerintah kalurahan Pacarejo sedang melanjutkan program BLT dan pembangunan fisik seperti jalan usaha tani, cor rabat, toilet komunal dan beberapa kegiatan lainnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, Subiyantoro mengatakan, surat edaran mengenai program tersebut telah diterima oleh kalurahan sejak beberapa waktu lalu. Tindak lanjut program diserahkan ke pemerintah kalurahan, baik terkait dengan aturan maupun pengawasannya.
“Kita tidak memantau karena itu sudah diserahkan ke pemerintah Kalurahan. Dipersilahkan Kalurahan menyesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing,” ucap Subiyantoro.
Disinggung mengenai perkembangan program tersebut, pihaknya sementara ini juga belum memegang data terkait wilayah manasaja yang telah menerapkan dan melakukan program itu.
“Sementara juga belum ada lapran mana yang melakukan program itu. Sekarang ini pemerintah kalurahan juga sudah mulai ada yang melakukan pembangunan fisik, tapi progresnya masih sangat sedikit,” terangnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized1 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized2 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized3 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
event2 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
