Pariwisata
Bupati Sunaryanta Tak Akan Tutup Usaha Yang Belum Berizin, Ini Syaratnya
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kabupaten Gunungkidul menjadi salah satu primadona bagi investor. Khususnya di dunia pariwisata, sejumlah investor mulai menanamkan modalnya ke Gunungkidul. Bentang alam Gunungkidul yang cukup memukau menjadi salah satu pertimbangan utama bagi para investor. Ke depan diperkirakan, para investor khususnya di dunia pariwisata akan terus membanjiri Gunungkidul.
Berkitan dengan fenomena yang terjadi ini, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta memberikan statemen tegas terkait dengan masuknya investor ke Gunungkidul. Pemerintah di bawah kepemimpinannya akan memberikan ruang seluas-luasnya bagi para investor dalam menanamkan modalnya ke Gunungkidul. Kendati demikian, dirinya tak menginginkan adanya konflik seperti yang terjadi belakangan ini berkaitan denagn perizinan. Sehingga investor wajib memenuhi perizinan sebelum mendirikan bangunan sebelum kemudian mulai beroperasi. Sunaryanta menjanjikan, Pemkab Gunungkidul akan memberikan kemudahan kepada investor yang pro aktif untuk mengurus perizinan.
Sunaryanta kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com mengatakan, untuk investor yang saat ini telah membangun bangunan namun belum mengantongi izin, dirinya meminta agar segera mengurus perizinan sesegera mungkin. Ia menjanjikan akan memberikan bantuan berkaitan dengan kendala yang dihadapi berkaitan dengan birokrasi. Ditegaskannya, jika investor telah memenuhi berbagai macam persyaratan yang ada, tidak ada alasan untuk menghambat iklim investasi di Gunungkidul.
Menurut Sunaryanta, investor adalah elemen penting dalam menciptakan lapangan kerja di Gunungkidul. Sehingga hal ini harus dijaga sehingga semakin banyak lapangan pekerjaan yang diciptakan di masyarakat. Pemkab Gunungkidul sendiri akan terus mengawal agar semua perusahaan di Gunungkidul memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat Gunungkidul untuk mengambil peran sebagai tenaga kerja.
“Saya tidak akan menutup yang usaha sudah berdiri sebelumnya, dengan catatan mereka segera mengurus perizinan hingga lengkap semua,” tandas Sunaryanta, Rabu (03/03/2020).
Berbeda dengan apa yang sudah berjalan selama ini, ke depan pihaknya akan lebih tegas dalam menegakan aturan yang ada. Semua investor harus mengurus perizinan secara lengkap. Sehingga kemudian tidak menimbulkan polemik di masyarakat dan berpotensi menimbulkan kegaduhan.
“Untuk ke depan, semua investor yang masuk wajib merampungkan izinnya dulu, kalau belum ada izin mendirikan bangunan belum boleh mendirikan, apalagi belum ada izin operasi,” ujar dia.
Kendati demikian, pihaknya juga tidak akan tutup mata terkait dengan proses perizinan. Sehingga, pihaknya meminta kepada investor agar aktif dalam melakukan komunikasi dengan OPD yang membidangi perizinan tersebut. Sunaryanta sendiri telah memerintahkan kepada dinas terkait agar membantu pengurusan perizinan kepada investor.
“Kita akan membantu mengurus perizinan agar mudah. Kalau bisa cepat ya harus cepat. Nanti ada kendala apa bisa dikomunikasikan sehingga ada solusi,” kata dia.
Dirinya tidak memungkiri bahwa investor di masa kepemimpinannya ini akan banyak datang ke Gunungkidul. Bahkan beberapa diantaranya telah melakukan komunikasi dengan pemerintah.
“Sudah banyak yang komunikasi. Tentu ini angin segar, dengan adanya investor juga akan memberikan kesejahteraan terhadap masyarakat, membuka lapangan pekerjaan yang lebih dan tentu akan berdampak positif bagi PAD Gunungkidul,” urai pensiunan perwira TNI AD ini.
Ia mengatakan, nantinya investor juga akan diawasi dalam kontribusi terhadap lingkungan di sekitarnya. Terlebih kepada mereka yang banyak merusak bentang alam dalam pembangunannya.
“Kita akan lihat dulu aturannya bagaimana, kalau misalnya ada bukit dengan banyak pohon dihilangkan, harusnya investor juga melakukan konservasi lingkungan di daerah meski tidak di lokasi yang sama, nanti kita akan petakan di mana lokasinya,” beber dia.
Sementara itu, Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntaringsih mengatakan bahwa dewan akan mengawasi kinerja bupati anyar ini. Terlebih terkait dengan perizinan bagi para investor yang akan masuk ke Gunungkidul.
“Kami akan mengawasi, terkait permasalahan kemarin soal HeHa yang sempat viral kemarin. Kami akan memanggil bagian hukum Pemkab untuk memberikan jawaban terkait dengan hasil rapat waktu lalu. Ke depan soal investasi ini akan kami awasi betul, jangan sampai ada yang dibiarkan berdiri dan beroperasi jika izin tidak terpenuhi,” pungkas dia.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
