Pemerintahan
Jelang Idul Adha, Pasar Hewan Mulai Dipantau Tim Khusus
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul mulai turun ke lapangan guna memastikan kesehatan hewan ternak sebagai persiapan hari raya Idul Adha mendatang. Tim sendiri akan terus diterjunkan hingga penyembelihan hewan kurban mendatang.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengaku sudah menerjunkan tim di pasar-pasar hewan di Gunungkidul sejak 29 Juni lalu sampai 5 hari sebelum perayaan Idul Adha.
“Kami sudah melakukan pemantauan kesehatan ternak di Pasar Hewan Siyono dan Munggi. Pemantauan kesehatan ternak di penampungan,kemudian pengambilan sampel-sampel hewan ternak untuk diujikan di laboratorium,” ujarnya, Sabtu (03/07/2021) siang.
Ia menambahkan, pemeriksaan hewan kurban dilakukan untuk memastikan hewan kurban layak dijual dan tidak dalam kondisi sakit. Apalagi Gunungkidul memiliki sejarah penyebaran anthrax pada tahun lalu.
“Kalau hewan kurbannya akan dikirm keluar daerah, maka sebelumnya kami uji di laboratorium dulu kemudian diterbitkan surat keterangan kesehatan hewan,” sambung Bambang.
Pada saat penyembelihan nanti, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul juga akan menerjunkan petugas sejumlah 125 orang guna mengambil gambar dan mengambil sampel daging kurban. Hal ini menurutnya dilakukan untuk mengetahui kualitas daging yang dibagikan kepada masyarakat.
“Kalau tahun 2020 kemarin ada 2.047 titik pemotongan hewan di seluruh Gunungkidul,”, ucapnya.
Dalam dua tahun terakhir, menurut data, jumlah hewan kurban yang disembelih mengalami peningkatan. Pada tahun 2019 Dinas mencatat ada 3.446 ekor sapi, 14.354 ekor kambing, dan 869 ekor domba yang dijadikan kurban. Sedangkan pada tahun 2020, terdapat 3.569 ekor sapi, 14.459 ekor kambing, dan 871 ekor domba.
Namun begitu, pengiriman hewan keluar Gunungkidul mengalami penurunan. Menurut data, pada tahun 2019, terdapat 2.859 ekor sapi dan 4.172 ekor kambing yang dikirim keluar daerah. Sedangkan tahun 2020, terdapat 2.092 ekor sapi dan 2.499 ekor kambing yang dikirim keluar.
“Untuk stok hewan kurban tahun ini, kami mencatat ada 157.190 ekor sapi yang 19.649 diantaranya sapi jantan dewasa. Kemudian 223.444 ekor kambing, yang 27.931 diantaranya kambing jantan dewasa. Serta 11.010 ekor domba, yang 1.376 diantaranya domba jantan dewasa,” urai Bambang. (Roni)
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
