Pemerintahan
Mengenal Berbagai Bentuk Nyumbang, Bentuk Gotong Royong Yang Sudah Jadi Tradisi
Wonosari,(pidjar.com)– Nyumbang adalah salah satu kearifan sosial yang telah mengakar bagi wsrga Gunungkidul dan bahkan telah menjadi sebuah tradisi. Di mana kegiatan sosial ini mengedepankan gotong royong, tenggang rasa, rukun dan damai, serta saling memberi diantara para warganya.
Tradisi nyumbang sendiri sudah ada lebih dari 100 tahun lalu, hingga sekarang masih sering digelar oleh warga utamanya bagi yang mengadakan hajatan pernikahan dan sunatan atau khitanan. Nyumbang di Gunungkidul memiliki ciri khas tersendiri hingga kemudian tahun 2025 lalu tradisi ini diterapkan sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) Bumi Handayani.
Staf Bidang Warisan Budaya Kundha Kabudayan Gunungkidul, Hadi Rismanto ngatakan ada banyak nilai gotong royong, keharmonisan dan saling memberi dalam tradisi nyumbang. Bantuan yang diberikan pun ada berbagai jenis, mayoritas berupa uang dan barang tertentu, serta tenaga.
Yang menjadi ciri khas nyumbang di Gunungkidul yakni ada di tradisi tekenan. Di mana sumbangan yang diberikan adalah berupa bahan pangan masak ataupun uang dengan jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan sumbangan biasa. Utamanya dilakukan saat hajat pernikahan.
Tekenan ini adalah semacam kesepakatan pemilik hajat dengan calon penyumbang yang memiliki hubungan keluarga atau tetangga satu padukuhan. Biasanya, pemilik hajat akan datang ke rumah penyumbang lalu menyampaikan kepada penyumbang barang apa saja yang dibutuhkan memenuhi kebutuhan dalam melangsungkan hajatan.

Sehingga setelah terjadi kesepakatan, maka beberapa hari sebelum hajat diselenggarakan maka penyumbang akan mengantarkan barang yang telah disepakati. Contohnya, misal pemilik hajat membutuhkan beras dalam jumlah tertentu maka penyumbang memiliki kemampuan untuk menyokong berapa dari jumlah kebutuhan.
“Mekanisme pengembaliannya jadi saat penyumbang itu memiliki hajatan maka akan mendapat tekenan seperti yang telah diberikan,” terangnya.
Menurutnya Hadi, tekenan yang dijalankan selama berpuluh-puluh tahun ini tidak ada paksaan dan memberatkan. Sebab nantinya juga akan dikembalikan dalam jumlah yang sama. Kearifan sosial ini justru menjadi bentuk kepercayaan kerabat satu dengan yang lainnya mampu dalam menyokong pemilik hajat.
Lebih lanjut Hadi mengatakan, apabila pemilik hajat tidak melakukan tekenan, maka pemilik hajat hanya akan memberi punjungan yang nantinya akan mempengaruhi besaran sumbangan yang diberikan oleh penyumbang.
“Jenis sumbangan yang diberikan selama ini beragam. Kalau yang rewang (membantu hajatan) perempuan biasanya membawa barang beras, bumbu dapur, minyak dan bahan masakan lain tanpa ada kesepakatan. Kalau yang rewang laki-laki biasanya sumbangan yang diberikan dalam bentuk uang,” tandasnya.
Desember 2025 lalu pemerintah menetapkan Nyumbang sebagai WBTB sebagai bentuk upaya melestarikan tradisi yang berkembang di Kabupaten Gunungkidul.
Selain itu ada 2 lain yang juga mendapatkan SK WBTB diantaranya Kuliner Bakmi Jawa yang ditetapkan banyak berkembang di Kalurahan Piyaman (Wonosari) dan Logandeng (Playen) serta Apem Contong adalah kuliner khas yang berkembang di Kalurahan Sodo, Paliyan.
-
Pemerintahan3 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized3 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Peristiwa3 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized4 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Uncategorized2 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized2 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized2 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized3 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
-
Uncategorized2 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
