Pemerintahan
Sapi Mati Akibat Sakit Menular, Peternak Dapat Kompensasi Uang Tunai
Wonosari,(pidjar.com)– Sebanyak 12 petenak di Kabupaten Gunungkidul menerima kompensasi atau tali asih dari Pemerintah Kabupaten Gunungkidul karena sapi yang dimiliki oleh peternak mati akibat penyakit menular, Jumat,(06/03/2026). Kompensasi ini diberikan sebagai bentuk keprihatinan pemerintah dan sedikit meringankan para peternak.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi mengatakan, kompensasi ini didasarkan pada Peraturan Bupati Gunungkidul Nomor 10 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pemberian Kompensasi dan atau Bantuan Pemberantasan Penyakit Hewan Menular.
Pada Jumat kemarin, pemerintah memberikan kompensasi kepada 12 peternak yang berasal dari Kapanewon Ponjong, Karangmojo, Gedangsari, Playen, dan Semanu. Adapun kompensasi yang diberikan sebesar Rp 1,5 juta sampai dengan Rp 5 juta.
“Mayoritas karena PMK. Pada prinsipnya kompensasi ini diberikan untuk ternak yang mati karena penyakit menular,” kata Rismiyadi.
Pemerintah memberikan kompensasi untuk ternak mati yang terpapar penyakit menular diantaranya Antraks, LSD, hingga parasit darah. Pemerintah sendiri juga menekankan agar para peternak rutin untuk mengecek kondisi kesehatan ternak masing-masing. Selain itu juga mrlakukan vaksinasi.
“Kami berharap Bapak dan Ibu peternak tidak ragu untuk datang ke UPT Puskeswan terdekat. Vaksinasi adalah langkah utama untuk menjaga kesehatan ternak kita,” sambungnya.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, kebijakan pemberian kompensasi ini merupakan yang pertama di Indonesia melalui regulasi Peraturan Bupati. Meski nilai bantuan tidak sebanding dengan harga jual ternak, hal ini adalah wujud kepedulian pemerintah kepada peternak.
“Ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah ingin mendampingi para peternak, memberikan perlindungan, serta mengurangi beban duka masyarakat,” terang Endah Subekti Kuntariningsih.
Menurutnya, kebijakan pemberian kompensasi ini juga sebagai upaya pemerintah untuk memutus tradisi brandu yang banyak terjadi di Gunungkidul.
“Bahwa sapi yang terpapar penyakit menular harus dikubur, tidak untuk dijual. Sehingga kualitas daging di Gunungkidul tetap terjaga sesuai kaidah ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) demi kesehatan generasi mendatang,” tambahnya.
Bupati juga menekankan masalah kebersihan ternak dan kandang. Peternak diharapkan untuk menerapkan pola pemeliharaan ternak yang sehat.
“Dulu sapi kita sehat-sehat karena sering diajak bekerja membajak sawah dan terkena sinar matahari. Sekarang sapi lebih banyak diam di kandang, makan dan tidur saja, sehingga lebih rentan terkena penyakit. Saya meminta para peternak untuk benar-benar menjaga kebersihan kandang dan ternaknya. Penyakit seperti PMK itu berawal dari kebersihan mulut dan kuku yang sumbernya dari lingkungan kandang itu sendiri. Jadi, kebersihan kandang harus menjadi prioritas utama kita,” tandas Bupati.
Selain itu, Bupati mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap lalu lintas ternak dari luar daerah. Setiap ternak yang masuk ke Gunungkidul wajib disertai dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) untuk mencegah masuknya penyakit endemik dari wilayah lain.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized6 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized4 minggu yang laluMulai Oktober, Tujuh TPR Wisata Gunungkidul Terapkan Pembayaran Retribusi Cashless
