Connect with us

Pemerintahan

3 Warga Gunungkidul Meninggal Akibat Leptospirosis

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)- Musim penghujan dengan intensitas tinggi seperti sekarang ini, sejumlah penyakit patut diwaspadai. Salah satunya adalah penyakit Leptospirosis. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri pada kencing tikus ini dapat merenggut nyawa pengidapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Ismono mengatakan, terhitung dari bulan Januari dan Februari ada 13 warga Gunungkidul yang tejangkit penyakit leptospirosis. Berdasarkan data yang ada, 10 orang sembuh dari penyakit tersebut namun 3 orang dinyatakan meninggal dunia.

Adapun sebaran penyakit leptospirosis hampir menyeluruh di wilayah Gunungkidul. Akan tetapi paling banyak ditemukan di Kapanewon Playen, yang mana dua bulan lalu terdapat 5 orang terjangkit Leptospirosis dan 2 diantaranya meninggal dunia.

“Penyakit ini memang perlu diwaspadai utamanya bagi petani yang aktivitasnya di lahan pertanian dan genangan air,” jelas Ismono.

Berita Lainnya  Hiburan Malam Pergantian Tahun, Didi Kempot Diiringi Orkestra Kidung Etnosia Akan Tampil di Alun-alun

Jika dibandingkan dengan kasus Leptospirosis di tahun 2025 lalu jumlahnya lebih banyak. Pasalnya tahun lalu, ada 30 kasus dengan angka kematian hanya 1 kasus saja.

Dengan kasus Leptospirosis yang meningkat ini, pihaknya meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Menurutnya, penyakit ini umumnya menular ketika bakteri masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka pada kulit saat seseorang kontak dengan air atau tanah yang terpapar bakteri.

“Kalau ada luka terbuka di kaki dan beraktivitas pada genangan di lahan pertanian sebaiknya menggunakan sepatu boot. Kemudian luka itu segera diobati,” jelasnya.

Gejala awal penyakit ini antara lain demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot terutama pada betis, mata merah, mual hingga muntah. Dalam kondisi yang lebih parah, penyakit ini bisa menimbulkan gejala yang lebih fatal hingga menyebabkan kematian.

Berita Lainnya  Sah Jadi Mata Pelajaran Wajib, Bahasa Inggris Akan Mulai Diajarkan di SD Gunungkidul

“Segera periksakan ke faskes terdekat jika mengalami gejala demikian agar dapat segera tertangani,” tutupnya.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata4 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata5 hari yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis2 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler