Pemerintahan
Dasarian I Maret Puncak Cuaca Buruk, Ini Perkiraan Pemerintah
Wonosari,(pidjar.com)– Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca buruk di wilayah DIY dan sekitarnya masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Maka dari itu, masyarakat diminta untuk lebih waspada dan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga diminta kesiapsiagaannya dalam menghadapi cuaca yang berpotensi menimbulkan bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono mengungkapkan, dari BMKG sendiri sejak awal Maret 2026 telah mengeluarkan prakiraan cuaca dan prediksi dini mengenai kondisi cuaca di wilayah DIY. Yang mana pada dasarian pertama Maret atau tanggal 1 sampai 10 Maret 2026, hujan yang turun intensitasnya lebih tinggi dibandingkan dengan hari-hari biasanya.
Cuaca yang terjadi itu berpotensi disertai dengan angin kencang dan kilatan petir. Prediksi ini pun terbukti, yang mana sampai dengan hari ini cuaca cepat berubah-ubah. Hujan begitu deras, disertai angin kencang bahkan meski matahari begitu terik, namun angin masih terjadi.
“Kondisi ini tidak lepas dari adanya badai siklon tropis di selatan Jawa dan angin dari arah barat yang membawa potensi hujan cukup tinggi. Sampai tanggal 10 Maret ini masyarakat diminta untuk tetap waspada,” ucap Purwono, Jumat,(06/03/2026).
Menurutnya, kondisi akan berangsur mereda pada dasarian 2 Maret atau tanggal 11 sampai 20 Maret 2026.

“Prakiraan dari BMKG demikian 1 sampai 10 Maret waspada tinggi terhadap cuaca ekstrem yang berubah sangat cepat,” tandssnya.
Atas kondisi demikian, memang sejak awal diprediksi Gunungkidul sisi utara memiliki kecenderungan berpotensi ancaman bencana lebih tinggi dibandingkan dengan daerah di kawasan kota serta sisi selatan. Mengingat kawasan utara kontur tanah dan kondisi geografisnya yang berbeda.
Meski hujan deras disertai angin kencang merata di sejumlah wilayah Gunungkidul. Namun memang dampak terbesar di zona utara Gunungkidul.
“Faktanya memang demikian terbukti dari pertengahan Februari sampai pekan ini yang dampaknya paling besar berada di sisi utara. Mulai banjir, tanah longsor, hingga angin kencang terjadi di kawasan utara,” paparnya.
Dicontohkan pada 17 dan 18 Februari lalu longsor banjir terjadi di Ngawen, Semin, Nglipar serta Gedangsari. Kemudian 3 Maret 2026 longsor di tanjakan Clongop yang mengakibatkan akses jalan ditutup sementara karena jalan tertutup material longsor dan masih berbahaya sampai saat ini.
“Angin kencang terjadi di Semin sehingga puluhan rumah rusak karena tersapu angin dan tertimpa pohon tumbang,” jelasnya.
Dicontohkan, pada cuaca buruk tanggal 3 Maret 2026 kemarin, terdapat kejadian 3 tanah longsor di wilayah Gedangsari dengan titik terparah di jalan baru tanjalan Clongop. Kemudian di wilayah Semin ada 88 titik kerusakan baik rumah, kios, dan fasilitas lain yang terdampak angin kecang. Total kerugian pada kejadian kemarin mencapai Rp 99 juta.
“Sejauh ini tidak ada korban jiwa akibat cuaca ekstrem yang terjadi di Gunungkidul,” sambung Purwono.
Lebih lanjut ia menjelaskan, BPBD mensiagakan puluhan personil yang terdiri dari Damkar, Pusdalops, dan Tim Reaksi Cepat (TRC). Setidaknya ada 3 regu yang disiagakan, dengan kekuatan personil 8 TRC dan 6 personil Damkarmat.
Para personil inilah yang nantinya akan bergerak cepat untuk melakukan penanganan apabila terjadi kejadian akibat cuaca buruk.
“Untuk anggota selalu disiagakan sedangkan untuk status daerah saat ini adalah Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi sampai 31 Maret 2026,” ucap dia.
Ia mengimbau agar masyarakat lebih siaga dan waspada saat hujan lebat. Warga diminta untuk selalu mengupdate info terkini perkembangan cuaca di daerah masing-masing.
“Hati -hati saat beraktivitas di luar rumah saat terjadi hujan dan angin. Kemudian kami meminta warga agar rutin membersihkan drainase dan pemangkas dahan pepohonan,” jelasnya.
“Kenali karakteristik daerah dan pontensi bencana yang ada serta melakukan langkah-langkah antisipasi. Kami juga menggandeng beberapa pihak untuk edukasi sosialisasi dan mitigasi bencana,” tandas dia.
-
Kriminal3 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa2 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial2 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Uncategorized2 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan2 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized3 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Peristiwa3 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa2 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized3 minggu yang laluCetak Sejarah di Moto3, Veda Dapat Hadiah Mobil Impian Dari Konglomerat
-
Peristiwa3 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
-
Hukum4 minggu yang laluNekat Posting Motor Curian di Facebook, Pemuda Ditangkap Polisi Nyamar
-
Pemerintahan2 minggu yang laluRatusan Warga Gunungkidul Terjangkit Penyakit Menular Mematikan Ini
