Uncategorized
Hampir 9 Tahun Mati, Bribin II Bersiap Alirkan Air Lagi Untuk Warga Gunungkidul
Wonosari, (pidjar.com)- Infrastruktur Bribin II di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang berhenti beroperasi sejak 2017 akibat terdampak Badai Cempaka kini mulai dipersiapkan untuk kembali berfungsi. Setelah hampir sembilan tahun tidak digunakan, kondisi pompa dan jaringan pendukung kini menjalani pengujian sebelum sistem dioperasikan kembali.
Perbaikan Bribin II dikerjakan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak sejak 1 September 2026. Infrastruktur tersebut ditargetkan kembali siap digunakan pada 30 November 2026.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BBWS Serayu Opak Parlinggoman Simanungkalit mengatakan salah satu tahapan penting dalam proses rehabilitasi adalah pengujian pompa atau pumping test. Pengujian tersebut telah dilakukan pada 28 September 2026.
“Pumping test dilakukan untuk mengetahui kondisi pompa sekaligus mengevaluasi kesiapan jaringan setelah hampir sembilan tahun tidak beroperasi,” kata Parlinggoman, Jumat (6/11/2026).
Menurutnya, hasil pengujian menjadi bagian dari evaluasi teknis sebelum sistem Bribin II kembali dioperasikan. Pengujian diperlukan untuk memastikan seluruh sistem dapat bekerja dengan aman dan optimal.
“Hasil pengujian menjadi bagian dari dasar evaluasi teknis untuk memastikan sistem Bribin II dapat berfungsi secara aman dan optimal,” ujarnya.
Parlinggoman menjelaskan rehabilitasi Bribin II dilakukan secara bertahap. Sebab, infrastruktur tersebut sudah cukup lama tidak digunakan sehingga tidak hanya kondisi pompa yang harus diperiksa.
Pemeriksaan juga dilakukan terhadap jaringan pendukung, termasuk pipa yang berada di bawah permukaan tanah. Seluruh komponen tersebut perlu dipastikan dalam kondisi baik sebelum sistem kembali dijalankan.
Bribin II merupakan bagian dari sistem pemanfaatan air bawah tanah di kawasan karst Gunungkidul. Air yang berada di gua bawah tanah dipompa ke permukaan untuk kemudian dialirkan sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan air masyarakat.
Kondisi geografis Gunungkidul yang didominasi kawasan karst membuat sejumlah wilayah memiliki keterbatasan sumber air permukaan. Karena itu, pemanfaatan sumber air bawah tanah menjadi salah satu alternatif untuk memperkuat ketahanan air, termasuk mendukung kebutuhan irigasi pertanian.
Di sisi lain, PDAM Tirta Handayani juga mulai menyiapkan kebutuhan pelayanan setelah Bribin II kembali beroperasi. Sebelumnya, Direktur Utama PDAM Tirta Handayani Sulistyo Aribowo mengatakan pihaknya saat ini berfokus pada pemenuhan instalasi listrik untuk mengoperasikan pompa.
Sembari menunggu kebutuhan listrik tersebut selesai, PDAM menyiapkan jaringan sambungan rumah. Dengan demikian, ketika sistem Bribin II sudah siap beroperasi, distribusi air ke pelanggan dapat segera dilakukan.
“Ini tinggal memasang listriknya. Sembari menunggu itu, kita siapkan sambungan ke rumah. Jika sudah selesai, maka air bisa mengalir 24 jam,” jelas Sulistyo.
Perbaikan Bribin II merupakan bagian dari optimalisasi, operasi, pemeliharaan, dan rehabilitasi infrastruktur sumber daya air yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum.
Dengan pengujian pompa dan pemeriksaan jaringan yang terus dilakukan, pemerintah menargetkan Bribin II dapat kembali berfungsi sesuai jadwal. Infrastruktur tersebut diharapkan kembali mendukung keandalan penyediaan air bagi masyarakat Gunungkidul setelah hampir sembilan tahun berhenti beroperasi.
-
Uncategorized3 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized3 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya3 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized2 minggu yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized1 minggu yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Uncategorized4 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Sosial3 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized3 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized3 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 minggu yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
