Connect with us

Uncategorized

9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati

Diterbitkan

pada

Wonosari, (pidjar.com) – Kabupaten Gunungkidul mulai mempersiapkan pengembangan jagung secara luas untuk mendukung program ketahanan energi nasional. Sebanyak 9.500 hektare lahan disiapkan untuk penanaman jagung yang diharapkan dapat menjadi salah satu sumber bahan baku industri bioetanol.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah tengah mendorong penguatan ketahanan energi melalui pengembangan biofuel, termasuk bioetanol. Jagung menjadi salah satu komoditas yang dikembangkan bersama singkong dan tebu untuk mendukung penyediaan bahan baku energi berbasis hayati tersebut.

Dengan persiapan lahan jagung yang mencapai 9.500 hektare, Gunungkidul diharapkan dapat mengambil peran dalam rantai pasok bahan baku bioetanol. Di sisi lain, keterlibatan petani lokal menjadi kunci agar program tersebut juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, sekaligus memperkuat sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan dan energi.

Berita Lainnya  Pengurangan Jumlah Kuota Pupuk Subsidi Tak Pengaruhi Petani di Gunungkidul

Langkah tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap program energi terbarukan yang didorong Kementerian Pertanian. Selain menjaga ketersediaan pangan, sektor pertanian diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan energi melalui pemanfaatan komoditas lokal.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengatakan Gunungkidul memiliki potensi besar untuk mengembangkan tanaman palawija, perkebunan, hingga hortikultura. Potensi tersebut akan dioptimalkan untuk mendukung program nasional, termasuk pengembangan bioetanol berbasis hasil pertanian.

“Gunungkidul memiliki potensi lahan yang cukup luas untuk pengembangan jagung. Beberapa waktu lalu dan hari ini kami koordinasikan kembali dengan Pak Menteri. Kami telah menyiapkan dan akan menyosialisasikan program ini kepada petani agar pelaksanaannya bisa berjalan sesuai rencana,” ujarnya.

Endah menjelaskan, dukungan benih jagung akan diberikan untuk lahan seluas 8.500 hektare pada musim tanam pertama setelah hujan mulai turun. Selanjutnya, bantuan pengembangan jagung direncanakan bertambah untuk lahan seluas 1.000 hektare, sehingga total luasan yang dipersiapkan mencapai 9.500 hektare.

Berita Lainnya  Belasan Anak dan Remaja Gunungkidul Terpapar HIV, Pergaulan Bebas Jadi Salah Satu Faktor

Menurutnya, kesiapan petani dan pengelolaan lahan menjadi faktor penting agar pengembangan komoditas tersebut dapat berjalan optimal. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga akan mendorong koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan program dapat dilaksanakan sesuai kondisi di lapangan.

“Harapannya, ketika musim penghujan tiba, petani bisa segera memanfaatkan lahan yang tersedia. Program ini tidak hanya mendukung kebutuhan pangan, tetapi juga membuka peluang bagi pertanian Gunungkidul untuk berkontribusi dalam pengembangan energi terbarukan,” imbuhnya.

Selain bantuan benih, pemerintah pusat juga merencanakan dukungan berupa alat dan mesin pertanian untuk meningkatkan produktivitas petani. Sejumlah bantuan yang disiapkan di antaranya traktor dan handtraktor. Data calon penerima akan inventarisir lebih lanjut untuk menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan serta kondisi pertanian di wilayah setempat.

Berita Lainnya  Dua Jurus PLN Kejar Sisa 0,20% Rumah Tangga Tanpa Listrik di Yogyakarta

“Sebagai bentuk hadiah atas rawuhnya Pak Mentan ke Gunungkidul, tadi disampaikan beliau bahwa Gunungkidul akan mendapat alat pertanian dan kami nanti akan tindaklanjuti dengan cek-cek data penerimanya. Apa yang dibutuhkan oleh kelompok tani dan sebagainya sebagai pemerataan,” jelasnya.

Dukungan pengembangan pertanian juga mencakup bantuan bibit kelapa genjah pandan manis untuk lahan seluas 221 hektare, kakao 50 hektare, serta durian 10 hektare.

“Pengembangan komoditas tersebut diharapkan dapat memperluas pilihan usaha tani sekaligus memperkuat potensi perkebunan Gunungkidul dan ketahanan pangan warga,” pungkas dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata6 hari yang lalu

Pria Asal Karangmojo Ditemukan Meninggal di Lereng Tanjakan Bulak Bogor Rongkop

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Rongkop,(pidjar.com)– Seorang pria berinisial DM (34), warga Padukuhan Kelor, Kalurahan Kelor, Kapanewon Karangmojo, ditemukan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Onsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja ,(pidjar.com)– Menghadirkan perpaduan suasana pegunungan dengan nuansa Jepang, Onsen Resort Kaliurang menawarkan pengalaman menginap yang menyasar keluarga, pasangan,...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Kejuaraan Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III Digelar di Pantai, 458 Atlet dari 7 Provinsi Berebut Juara

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari, (pidjar.com)- Kejuaraan Open Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III 2026 hadir dengan konsep berbeda. Untuk pertama kalinya, lintasan...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata4 bulan yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Berita Terpopuler