Peristiwa
Cari Pakan Ternak Berujung Naas, Petani Tewas Diamuk Kawanan Lebah
Tanjungsari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Seorang petani berusia 70 tahun warga Kerjo, Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari mengalami kejadian naas saat berladang pada Jumat (30/11/2018) siang kemarin. Pasalnya dirinya disengat lebah jenis tawon pelang pada bagian kakinya serta bagian tubuh lainnya. Akibatnya, meski sempat mendapat perawatan medis di RSUD Wonosari, Prapto Rejo yang kondisinya terus memburuk nyawanya tidak bisa tertolong lagi.
Informasi yang berhasil dihimpun, saat kejadian, Prapto Rejo tengah melakukan aktifitas pertanian di ladang Karang Anon, Padukuhan Bruno, Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari sejak Jumat siang. Saat sedang bertani tersebut, tiba-tiba sekelompok lebah menyerang Prapto. Serangan yang mendadak itu membuat korban tak mampu menghindar. Sialnya, kondisi yang sepi membuat Prapto yang renta terlambat mendapatkan pertolongan.
“Belum ada yang mengetahui bagaimana mula kejadian sampai korban bisa diserang lebah. Saat ditemukan oleh saksi yang bernama Suteng (40) warga Pule, Desa Tepus, kondisinya sudah lemas,” kata Kapolsek Tanjungsari, AKP Sapto Sudaryanto, Sabtu (01/12/2018).
Sapto mengatakan, saksi kemudian meminta bantuan warga lain yang tengah berada di sekitar lokasi untuk melakukan evakuasi. Lantaran kondisinya semakin memburuk, korban kemudian dilarikan menuju RSUD Wonosari guna mendapatkan perawatan medis.
“Korban sempat dirawat selama beberapa jam. Kemudian sekitar pukul 17.30 WIB korban dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit,” kata Sapto.
Ia menjelaskan, pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Korban kemudian dibawa pulang menuju rumah duka sekitar pukul 19.30 WIB.
“Keluarga korban sudah menerima dengan ikhlas,” kata Sapto.
Ia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan saksi serta beberapa warga, sebelumnya korban diperkirakan mencari rumput untuk pakan ternak sapi tepat di sarang tawon lebah pelang itu. Kawanan lebah yang merasa terganggu kemudian mengamuk dan menyerang korban.
“Perkiraannya jumlah tawon yang menyerang korban cukup banyak. Dapat informasi juga kalau tawon pelang sangat berbahaya karena mempunyai bisa atau racun yang mematikan,” pungkas Sapto.
-
Uncategorized1 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized5 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Sosial2 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized20 jam yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized23 jam yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pariwisata3 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
