fbpx
Connect with us

Sosial

Agus Wibowo, Alumnus SMA N 2 Wonosari Jadi Pengganti Almarhum Sutopo Purwo Nugroho di BNPB

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Meninggalnya Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho menarik perhatian banyak pihak. Bahkan kabar mengenai meninggalnya Sutopo lantaran penyakit kanker ini sempat menjadi trending topik nasional. Namun tak banyak yang tahu bahwa pengganti Sutopo ini adalah seorang pria asal Gunungkidul.

Adalah Agus Wibowo, pria berusia 52 tahun itu menjadi penganti sementara almarhum Sutopo. Agus sendiri diketahui menjadi salah satu alumni SMA Negeri 2 Wonosari yang mampu menembus institusi nasional dan menempati jabatan yang cukup penting. Ia lulus dari salah satu SMA favorit di Gunungkidul tersebut pada tahun 1986.

“Saya lahir di Bantul, SD, SMP disana. Tapi orang tua saya asli Logantung, Desa Sambirejo, Kecamatan Semin. Karena orang tua mau kembali ke Semin, saya sekolah di SMA 2 Wonosari,” ujar Agus ketika dihubungi pidjar.com, Jumat (19/07/2019).

Ia mengatakan, ia sudah sangat lama mengenal Sutopo. Bahkan bertahun-tahun ia dipercaya bekerja menjadi stafnya di kantor BNPB.

“Saya kan dulu memang stafnya pak Topo dari tahun 2012 sampai 2017. Kemudian saya promosi jadi Direktur Rehap Rekon Sosial Ekonomi. Karena pak Topo meninggal, saya kemudian ditunjuk menjadi penganti sementara,” terang dia.

Dirinya mengaku masih belum terbiasa menjalankan tugas seperti yang Sutopo lakukan. Terlebih ketika dirinya harus berhadapan dengan kamera media menghadiri acara di stasiun-stasiun televisi.

Berita Lainnya  Cerita Warga Yang Melihat Pulung Gantung Pada Sore Hari Sebelum Mbah Karto Ditemukan Gantung Diri

“Kalau menyaingi pak Topo sangat susah, karena pak Topo sosok yang hebat. Saya masih grogi ketika harus wawancara atau ada acara di televisi. Mungkin karena belum terbiasa saja,” imbuh dia.

Agus sendiri merasa bangga menjadi keturunan warga Gunungkidul sebab ia merasa diwarisi semangat kerja keras yang tinggi. Apa yang telah dicapainya saat ini dianggap sebagai buah dari semangat kerja keras tersebut.

“Orang Gunungkidul itu kuat, semangatnya luar biasa. Mereka banyak yang sukses, jadi kita tidak usah minder. Semangat dan terus bekerja keras,” kata dia.

Agus bersama almarhum Sutopo

Agus sendiri masih sangat kerap pulang ke kampung halaman di Kecamatan Semin. Setiap kepulangannya, ia mengaku melihat Gunungkidul semakin menju ke arah positif.

Berita Lainnya  Capai Puncak Pada Selasa Kemarin, Gelombang Pasang di Pantai Selatan Berangsur Menurun

Hanya saja, saat ini masalah kekeringan masih terus menjadi isu yang belum teratasi. Menurutnya, Gunungkidul memiliki potensi air bawah tanah yang luar biasa, sehingga jika nanti diangkat ke permukaan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Wilayah utara dan selatan itu beda, kalau di selatan itu kering karena tanahnya tanah kapur, sehingga air langsung turun ke bawah. Sebenarnya ada air di dalam tanah itu,” ungkapnya.

Ia mencontohkan, salah satu upaya yang harus dilakukan adalah memperbanyak penanaman pohon di kawasan kapur. Sehingga air dapat tertahan dan tidak langsung ke bawah tanah.

“Kalau yang di bawah tanah seperti di Bribin itu kan sudah bisa diangkat, saya kira di tempat lain bisa,” ungkap dia.

Kendati demikian, Agus mengaku bahwa Gunungkidul merupakan tempat yang nyaman bagi dia. Dalam waktu dekat ini dirinya berencana untuk pulang ke kampung halaman guna bertemu sanak saudara.

“Saya kan tinggal di Bogor. Bulan kemarin pulang kampung, Agustus juga akan pulang,” tutupnya.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler