Sosial
Polemik Pembagian Jasa Pelayanan Tak Kunjung Selesai, Mantan Dokter RSUD Wonosari Berharap Bupati Turun Tangan
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Permasalahan pembagian jasa pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari sejak dulu menjadi permasalahan internal yang belum terselesaikan. Pasalnya, sekarang ini pembagian jasa pelayanan juga dikeluhkan oleh para tenaga medis di rumah sakit daerah tersebut. Bayang-bayang mutasi juga dirasakan bagi tenaga medis yang sekiranya memiliki keberanian untuk berbicara tentang pembagian jasa pelayanan itu.
Informasi yang berhasil dihimpun, pembagian jasa pelayanan antara medis dan paramedis tidak proposional. Yang baru-baru terjadi misalnya, dalam penanganan pasien covid19 meski semua tenaga kesehatan terkena imbas dalam fungsi pelayanan tetapi tidak diikuti dengan pendapatan.
Hal tersebut yang menjadi permasalahan bagi para tenaga medis. Bayang-bayang mutasi pun seolah menghantui mereka yang memiliki keberanian untuk menanyakan hak dan peraturan yang dianut oleh pihak managemen RSUD.
Kasus pembagian jasa pelayanan ini juga pernah menjadi ramai pada tahun 2019 lalu. Salah seorang dokter IGD, dr. Ari Hermawan di tahun itu mempermasalahkan pembagian jasa pelayanan di RSUD. Ia menganggap, uang hasil pembagian jasa ini tak sesuai prosedur. Pasalnya untuk jasa pelayanan yang ia terima justru berbeda dengan hitung-hitungan sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Pembagian jasa pelayanan ini merupakan kasus yang terjadi sejak lama. Peraturan Direktur dan Peraturan Bupatinya saja dilanggar,” yang dijadikan dasar malah justru surat kesepakatan yg tidak mempunyai dasar, kedudukan serta kekuatan hukum yg jelas dan kuat kata Ari saat ditemui pidjar-com-525357.hostingersite.com.
Ada beberapa keanehan yang saat itu ia alami. Pasca ia mempertanyakan terkait dengan pembagian jasa antara dokter dengan perawat, tak berselang lama ia justru dimutasi ke Puskesmas. SK yg diterima pun sangat janggal tidak sesuai norma yg ada dan peraturan yg berlaku
Bahkan saat itu sempat ada rencana untuk mediasi di Kejaksaan Tinggi guna menyelesaikan permasalahan itu pada tangga 27 Agustus 2019 lalu, antara dr. Ari dengan pihak managemen RSUD Wonosari. Akan tetapi sampai sekarang tidak pernah ada pertemuan tersebut.
“Saya berharap bupati turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan yang menahun terjadi ini agar sistem managemen di rumah sakit dapat lebih baik,” kata dia.
Pihaknya juga berharap agar Bupati bisa melakukan audit external sehingga dapat diketahui dengan pasti permasalahan-permasalahan yang ada di RSUD. Termasuk juga melakukan pertemuan antara RSUd, Bupati dan dr. Ari untuk mendengarkan paparan apa yang selama ini terkait Japel.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
