Uncategorized
AI Simetris Bakal Awasi Rantai Pasok MBG Secara Real Time
Wonosari, (pidjar.com)-Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai disiapkan untuk memperkuat pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Melalui aplikasi Simetris, seluruh rantai pasok bahan pangan mulai dari petani hingga dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bakal dipantau secara real-time guna menekan risiko keracunan makanan sekaligus menjamin kualitas pangan.
Yayasan Bijana Paksi Sitengsu bersama sejumlah pemangku kepentingan terus mematangkan integrasi Program Lumbung Mataraman dengan SPPG melalui aplikasi berbasis AI bernama Simetris.
Ketua Pelaksana Harian Yayasan Bijana Paksi Sitengsu, Kartika Megawardhani, mengatakan pemanfaatan teknologi tersebut menjadi bagian dari penguatan sistem pengawasan agar distribusi makanan bergizi berlangsung aman, transparan, dan tepat sasaran.
“Penguatan ekosistem ekonomi produktif Lumbung Mataraman-Simetris ini mengedepankan transparansi sekaligus upaya mengantisipasi kasus-kasus keracunan makanan,” kata Kartika dalam keterangannya.
Melalui sistem digitalisasi command center, seluruh alur distribusi pangan dapat dipantau mulai dari proses produksi di tingkat petani, pengiriman bahan baku, hingga pengolahan di dapur SPPG. Sistem tersebut dirancang mampu mendeteksi mutu pangan secara presisi sehingga menjadi bagian dari Sistem Pengendalian Internal (SPI) untuk menjaga kualitas makanan yang diterima siswa.

Tak hanya memantau stok pangan, Simetris juga diproyeksikan menjadi sistem early warning apabila ditemukan potensi masalah pada bahan pangan yang beredar. Dengan demikian, proses pelacakan sumber bahan baku hingga distribusinya dapat dilakukan lebih cepat untuk meminimalkan risiko keracunan makanan.
Kartika menambahkan, digitalisasi tidak hanya bertujuan meningkatkan keamanan pangan, tetapi juga memastikan manfaat ekonomi program MBG dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Tujuannya adalah bagaimana program makan bergizi gratis ke depan akan lebih meningkat dan lebih sempurna, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat, kelompok sasaran, petani, UMKM, dan sebagainya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Koordinator Area 1 Yogyakarta Lumbung Mataraman, Wahyu Edi Nugroho, mengatakan model integrasi Lumbung Mataraman dengan Simetris telah dikembangkan di sejumlah wilayah Gunungkidul, seperti Semin, Kedungpoh, Balong, dan Piyaman.
Menurutnya, sistem tersebut menghubungkan produksi pangan kelompok tani, peternak, hingga perikanan dengan kebutuhan dapur MBG secara terintegrasi.
“Kami berharap model integrasi di Gunungkidul ini dapat menjadi role model nasional dan direplikasi di berbagai wilayah lain demi mewujudkan kemandirian pangan yang inklusif dan berkeadilan,” kata Wahyu.
Langkah penguatan pengawasan berbasis AI ini juga muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan pangan pada program MBG setelah muncul sejumlah dugaan kasus keracunan makanan di DIY. Melalui sistem pemantauan digital, pemerintah dan pengelola berharap kualitas bahan pangan dapat diawasi sejak dari hulu hingga makanan diterima para penerima manfaat.
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized2 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized4 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized4 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized3 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluKemarau Panjang, 53 Kejadian di Gunungkidul Hanguskan 51 Hektare
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
