Connect with us

Uncategorized

Dampak Kekeringan Mulai Terasa, BPBD Gunungkidul Telah Salurkan Ratusan Tangki Bantuan Air Bersih

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul hingga Jumat (24/7/2026) kemarin telah menyalurkan sebanyak ratusan tangki air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Tahun ini pemerintah daerah menyediakan alokasikan anggaran untuk pengadaan air sekitar 850 tangki, jika nantinya dampak kekeringan semakin meluas, maka BPBD akan mengusulkan penggunaan anggaran Belanja Tak Terduga agar diatribusi bantuan air ini tidak tersendat.

Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono, mengatakan, sebanyak 112 tangki air bersih tersebut disalurkan ke sejumlah wilayah. Rinciannya, sebanyak 40 tangki untuk Kalurahan Semugih, Kapanewon Rongkop; 40 tangki untuk Kalurahan Giripanggung, Tepus, dan Sumberwungu di Kapanewon Tepus; 16 tangki untuk Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang; serta 16 tangki untuk Kalurahan Wunung, Kapanewon Wonosari.

Berita Lainnya  Beraksi di Sejumlah Tempat, Maling Spesialis Motor Diringkus Petugas

“Per hari ini sudah 112 tangki yang kami salurkan untuk masyarakat terdampak kekeringan,” kata Purwono.

Ia menjelaskan, BPBD Gunungkidul saat ini memiliki alokasi anggaran untuk penyaluran bantuan air bersih sebanyak 850 tangki. Dengan realisasi 112 tangki, masih tersisa sekitar 738 tangki yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat apabila kondisi kekeringan terus meluas.

Selain penyaluran air yang dilakukan BPBD, terdapat 12 kapanewon yang juga melakukan droping air secara mandiri menggunakan anggaran masing-masing. Menurut Purwono, apabila anggaran di tingkat kapanewon telah habis sementara masyarakat masih terdampak kekeringan, maka BPBD akan mengambil alih penyaluran bantuan air ke titik-titik yang membutuhkan.

“Selain dari BPBD, droping air juga dilakukan oleh 12 kapanewon secara mandiri. Nanti jika anggaran kapanewon habis dan dampak kekeringan masih dirasakan warga, BPBD yang akan menyalurkan bantuan air,” jelasnya.

Purwono menambahkan, apabila kebutuhan air bersih nantinya melebihi alokasi 850 tangki yang tersedia, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul akan menempuh skema pengajuan Belanja Tidak Terduga (BTT). Besaran kebutuhan anggaran tambahan tersebut masih dalam proses penghitungan.

Berita Lainnya  Tambah Edukasi, Pemerintah Dorong Pelajar Banyak Kunjungi Museum

Rencana pengajuan BTT diperkirakan dilakukan sekitar minggu ketiga Agustus 2026. Namun, keputusan tersebut akan menyesuaikan perkembangan kondisi kekeringan serta kebutuhan penyaluran air bersih di lapangan.

“Masih kami perhitungkan kebutuhan dan kondisi di masyarakat,” ucap Purwono.

Selain langkah penanganan jangka pendek melalui droping air, pemerintah juga menyiapkan upaya jangka panjang dengan memperluas jangkauan layanan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM). Perluasan jaringan tersebut diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap sumber air perpipaan.

Sementara itu, Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, Astuti Rahayu, mengatakan Pemkab Gunungkidul telah menyediakan anggaran BTT sebesar Rp8.643.246.563 pada 2026.

Hingga 24 Juli 2026, realisasi penggunaan BTT tercatat sebesar Rp459.368.000. Anggaran tersebut digunakan untuk sejumlah kebutuhan, di antaranya bantuan sapi mati, restitusi pajak, serta penanganan darurat bencana hidrometeorologi, termasuk kejadian tanah longsor di Kapanewon Ponjong.

Berita Lainnya  Bantah Pernyataan Ketua DPRD, Polres Sebut Belum Ada Laporan Masuk Terkait Video Syur Pimpinan Dewan

“Untuk kekeringan sampai saat ini belum menggunakan BTT. Namun tidak menutup kemungkinan dengan kondisi saat ini, anggaran BTT akan digunakan secukupnya untuk penanganan dampak kekeringan,” ujar Astuti.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 minggu yang lalu

Kunjungan Terus Meningkat, Pemkab Naikkan Target PAD Wisata Jadi Rp63,2 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menaikkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata tahun 2026 menjadi...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Pria Asal Karangmojo Ditemukan Meninggal di Lereng Tanjakan Bulak Bogor Rongkop

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Rongkop,(pidjar.com)– Seorang pria berinisial DM (34), warga Padukuhan Kelor, Kalurahan Kelor, Kapanewon Karangmojo, ditemukan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Onsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja ,(pidjar.com)– Menghadirkan perpaduan suasana pegunungan dengan nuansa Jepang, Onsen Resort Kaliurang menawarkan pengalaman menginap yang menyasar keluarga, pasangan,...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Kejuaraan Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III Digelar di Pantai, 458 Atlet dari 7 Provinsi Berebut Juara

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari, (pidjar.com)- Kejuaraan Open Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III 2026 hadir dengan konsep berbeda. Untuk pertama kalinya, lintasan...

Pariwisata4 bulan yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Berita Terpopuler