Sosial
Air PDAM Tak Rutin Mengalir, Warga Panggang Mulai Terdampak Kekeringan
Panggang,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Ratusan Kepala Keluarga di Padukuhan Panggang 1, Desa Giriharjo, Kecamatan Panggang mulai dilanda kekeringan sejak awal puasa ini. Selain tidak adanya air hujan yang turun, saluran air dari PDAM tidak mampu untuk mengalir setiap hari. Masyarakat pun kini mulai membeli air tangki seharga ratusan ribu untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Sekretaris Desa Giriharjo, Muharyanto mengatakan, sulitnya air bersih dirasakan oleh sebagian warga mereka yang tinggal di dataran tinggi. Hal tersebut diakuinya terjadi sejak awal puasa tahun ini.
“Ada 150 kk di sana (Padukuhan Pangang I) yang mulai kesulitan air bersih. Kalau untuk wilayah lain di desa kami masih aman,” kata Muharyanto, Selasa (14/05/2019).
Ia mengatakan, sulitnya air bersih di padukuhan tersebut dikarenakan sudah tidak adanya hujan yang turun. Selain itu menurutnya, air dari PDAM juga tidak mampu mengalir karena lokasinya berada pada ketinggian.
“Padukuhan Panggang I itu sebenarnya dekat dengan bak penampungan besar, tetapi airnya ndak mau naik karena lokasinya lebih tinggi. Kalau PDAM beroperasi normal sebenarnya mereka juga bisa mendapatkan air,” terang dia.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya mencoba melakukan komunikasi dengan pihak kecamatan untuk menuntaskan masalah sulitnya air bersih ini. Sebab, kebutuhan air bersih pada saat bulan puasa ini sangatlah mendesak.
“Kemarin kita mengajukan untuk program air bersih di kecamatan dan kelompok serta perorangan. Siapa tahu mereka bisa membantu masalah air bersih ini,” kata dia.
Sementara ini, masyarakat kata Muharyanto membeli air bersih yang dijual melalui tangki seharga ratusan ribu rupiah. Nantinya jika ada donatur air bersih, pihaknya akan menaruh air tersebut ke bak penampungan yang ada di balai padukuhan setempat.
“Saat ini dibeli secara swadaya senilai Rp 130 ribu per tangki. Nanti kalau ada bantuan akan kita taruh di bak balai padukuhan untuk bisa dimanfaatkan masyarakat,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy Basuki mengaku telah mendengar adanya informasi kesulitan air di wilayah selatan Gunungkidul. Menurutnya, sulitnya air bersih ini karena minimnya hujan yang turun beberapa waktu belakangan.
“Saat ini sudah masuk musim pancaroba. Kita sudah terima laporan adanya kesulitan air bersih,” kata Edy.
Namun begitu, pihaknya belum bisa melakukan dropping. Rencananya, pada Jumat (17/05/2019) nanti, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan sejumlah kecamatan untuk melakukan pemetaan dan menentukan langkah yang akan diambil.
“Info yang masuk masyarakat sudah mulai membeli air. Kalau dana yang ada di kami untuk penanggulangan kekeringan ini ada sekitar Rp 500 juta sekian,” pungkasnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
