Pemerintahan
Dianggarkan di APBDes, THR Untuk Kades dan Perangkat Akan Diberikan Pada H-7 Lebaran
Playen,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Tak hanya tunjangan hari raya (THR) bagi pegawai negeri sipil yang telah disiapkan, THR bagi kepala desa dan perangkatnya juga telah dipersiapkan. Besaran tunjangan ini nampaknya masih harus disesuaikan dengan kesiapan dan kemampuan dari pemerintah desa setempat. Mengenai ketetapan THR untuk perangkat desa sendiri telah dimasukan dalam penggunaan dana APBDes. Dalam waktu dekat, Solidaritas Kepala Desa se Kabupaten Gunungkidul akan menggelar audiensi dengan anggota dewan dan pemerintah kabupaten Gunungkidul untuk membahas detail pemberian THR agar nantinya tidak menyalahi aturan.
Ketua Solidaritas Kepala Desa se Kabupaten Gunungkidul, Sutiyono mengatakan secara menyeluruh, pemerintah desa telah menyiapkan anggaran yang bersumber dari APBDes guna pemberian tunjangan kepada kepala dan perangkat desa. Namun demikian masih ada beberapa evaluasi yang perlu dilakukan oleh pemdes dan pemkab terkait THR.
“Kami akan segera jadwalkan untuk audiensi dengan pemerintah dan anggota dewan untuk membicarakan aspirasi dari desa terkait tunjangan dan beberapa hal lainnya,” kata Sutiyono, Sabtu (11/05/2019).
Lebih lanjut Kades Banyusoca, Kecamatan Playen ini memaparkan, berdasarkan ketetapan yang ada, rencananya THR sendiri akan diberikan oleh Pemdes ke masing-masing perangkat pada H-7 atau sebelum libur lebaran dimulai. Ini dilakukan agar para perangkat desa dan kepala desa dapat menggunakan semaksimal mungkin tunjangan tersebut untuk pemenuhan kebutuhan dan beberapa hal lainnya dalam rangka menyambut hari raya.
“Harapan kami seperti itu, biar tidak ada beban di kemudian hari dan semua berjalan sebagaimana mestinya,” tambahnya

Ia juga mengutarakan pokok bahasan yang akan disampaikan kepada pemkab dan anggota dewan, dimana yang menjadi utama adalah penghasilan tetap dan tunjangan diberikan secara teratur guna meningkatkan kapasitas dan pemenuhan kebutuhan perangkat. Besaran tunjangan atau penghasilan dapat disesuaikan dan sumber dananya jelas misalnya dari ADD atau sumber lain.
Selain itu juga untuk jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan ia berharap ke depan akan jauh lebih terperhatikan. Pasalnya sebagai pengabdi dalam menjalankan ketugasannya, memang ada kerawanan dalam perjalanan atau hal-hal lainnya yang selama ini tak terjamin. Selain itu ada beberapa eveluasi lain yang perlu dikaji dan dipecahkan secara bersamaan , sehingga tidak memberatkan satu sama lainnya. Kemudian berjalannya pemerintahan tetap sesuai dengan aturan, menjadikan daerah dan desa yang berdaulat.
“Ini sesuai kondisi di lapangan yang kami rasakan. Dari situ kemudian kami bahas dan hasilnya memang perlu adanya evaluasi sistem serta kinerja,” tutupnya.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized1 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
