fbpx
Connect with us

Pariwisata

Akan Dibuka, Obyek Wisata Sementara Hanya Beroperasi Pada Siang Hari

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul tengah bersiap dalam menyongsong diterapkannya new normal. Di bidang pariwisata sendiri, persiapan sejak beberapa pekan lalu mulai dilakukan oleh dinas terkait bersama dengan sejumlah pelaku usaha lainnya. SOP yang telah diputuskan oleh pemerintah Gunugkidul wajib diberlakukan selama uji coba pembukaan destinasi pariwisata. Nantinya, obyek wisata akan dilakukan pembatasan jam buka hanya terbatas pada siang hari saja.

Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asti WIjayanti mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai lini. Simulasi mengenai pembukaan obyek wisata beberapa hari lalu telah dilakukan, kemudian nantinya tahap uji coba akan segera diterapkan. Dari situ, jika berjalan baik tentunya bisa dilanjutkan dengan pembukaan obyek wisata lainnya dan evaluasi di lapangan menjadi salah satu perbaikan yang akan diterapkan.

Wisata pantai, sejak boomingnya pariwisata Gunungkidul memang menjadi idola utama para wisatawan. Nantinya, dalam tahapan uji coba, sejumlah skema akan diterapkan oleh dinas terkait bersama dengan instansi lainnya. Penerapan SOP protokol kesehatan akan diawasi dengan ketat.

Salah satu yang krusial, pemerintah akan menerapkan pembatasan jam operasional obyek wisata. Sebagai contoh, di hari biasa obyek wisata buka 24 jam maka akan dilakukan pembatasan. Seluruh TPR hanya akan buka mulai dari jam 08.00 WIB sampai dengan 16.00 WIB.

Berita Lainnya  Menikmati Bentang Alam Berselimut Kabut di Gunung Ireng

Kemudian, juga akan dilakukan pembatasan pengunjung. Di mana nantinya, pemerintah dan pengelola obyek wisata sementara ini tidak akan menerima rombongan wisatawan yang menggunakan bus besar maupun rombongan dalam jumlah banyak.

“Jadi kita baru akan terima pengunjung yang menggunakan kendaraan pribadi dulu. Kalau kondisi sudah membaik tentu akan dipertimbangkan,” terang Asti Wijayanti.

Lebih lanjut ia mengatakan, langkah ini diambil guna mengantisipasi penyebaran dan temuan kluster anyar covid 19. Para wisatawan yang berkunjung tentunya harus mematuhi protokol kesehatan juga, mulai dari menggunakan masker, di TPR juga akan cek suhu badan dan kemudian menjaga kebersihan,serta meminimalisir kerumunan.

“Misalnya ada rombongan yang menggunakan kendaraan pribadi masuk ke wilayah Pantai di TPR nanti salah satu dari mereka diminta meninggalkan identitas,” ujap dia.

Identitas tersebut dimaksudkan jika nantinya ada temuan kasus baru dari destinasi wisata dapat memudahkan dalam pelacakan. Sejumlah tenaga medis dan tim SAR maupun tim gabungan lainnya juga disiagakan di obyek wisata untuk melakukan pengawasan.

Sementara itu, beberapa waktu lalu, Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi memastikan bahwa pariwisata di Gunungkidul aman. Menurutnya, dengan protokol kesehatan yang dipatuhi, obyek wisata yang mayoritas berada di ruang terbuka akan realatif bebas dari ancaman penyebaran covid 19.

Berita Lainnya  Berkunjung ke Puncak Kosakora, Melihat Keindahan Pantai Gunungkidul Dari Ketinggian

Pihaknya akan terus melakukan monitoring terhadap lokasi wisata yang nantinya akan melaksanakan ujicoba. Pelaku usaha wisata nantinya akan diberikan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi sebelum membuka lokasi obyek wisata. Tidak hanya pemerintah dan pelaku usaha saja yang turun dalam pengawasan. Nantinya petugas kepolisian, Satpol PP, TNI dan instansi lainnya juga akan turun tangan.

Dengan akan dimulainya penerapan new normal dan dibukanya obyek wisata diharapkan mampu memulihkan ekonomi masyarakat, mengingat selama pandemi semua sektor mengalami ketidak stabilan kondisi. Hitungan yang dilakukan oleh pemerintah, paling tidak 1 orang wisatawan mengeluarkan uang sebesar 125.000 di Gunungkidul.

“Jika kelamaan tidak dibuka, nanti beban ekonomi masyarakat makin berat,” ucap Immawan.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler