Peristiwa
Aksi Demonstrasi Kembali Guncang Bleberan, Warga Ancam Beberkan Dosa-dosa Kepala Desa Jika Tak Mau Lengser
Playen,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Gelombang aksi warga Desa Bleberan, Kecamatan Playen untuk menuntut sang Kepala Desa, Supraptono lengser dari jabatannya terus terjadi. Senin (02/04/2018) siang tadi, puluhan warga kembali menggelar aksi demonstrasi di balai desa setempat. Di hadapan perangkat desa serta aparat keamanan yang menjaga ketat jalannya aksi tersebut, warga tetap teguh menuntut Supraptono turun dari jabatan kepala desa lantaran diduga tersandung kasus asusila.
Koordinator aksi, Supriyanto mengatakan, aksi ini dilakukan lantaran Kades hingga saat ini belum juga memenuhi tuntutan warga yang menginginkan pimpinannya tersebut mengundurkan diri. Warga semakin gerah dan dibuat emosi atas bertahannya Supraptono di kursi jabatan.
"Kami kesal karena secara logika jelas Pak Lurah melakukan tindak asusila di rumah seorang janda, tapi tetap tidak mau mengakui kesalahannya," tutur dia saat ditemui usai melakukan aksi.
Ia melanjutkan, apabila Kades memang tak bersalah, seharusnya ia bisa menuntut warga Mulo yang sempat menghajar Supraptono usai digrebek saat tengah berduaan di dalam rumah bersama seorang wanita. Bahkan warga rela membantu hingga penggalangan dana untuk membela Kadesnya apabila benar tidak bersalah.
"Kami sedih Kades kami diinjak-injak. Tapi dianya sendiri malah tidak menghargai warga yang memilihnya," terang Supriyanto.
Ia mengaku, warga Bleberan tidak akan tinggal diam sampai Supraptono lengser dari jabatannya. Ia juga mengancam akan membeberkan kesalahan-kesalahan Supraptono lainnya apabila belum ada itikad baik dari jawaban tuntutan warga. Supriyanto tetap bersikeras menuntut agar kepala desa dengan sukarela lengser. Ia khawatir jika Supraptono tetap bersikeras mempertahankan jabatannya, warga bisa bertindak anarkis.
"Sebenarnya ada kesalahan lain, tidak hanya Kades tapi juga orang-orangnya. Cuma kami belum mau membeberkan sekarang. Kami selesaikan yang ini dulu, nanti akan ada saatnya kami bicarakan," jelas dia.
Sementara itu, Kades Bleberan, Supraptono ketika disinggung pidjar-com-525357.hostingersite.com mengenai kemungkinan adanya permainan politik dibalik pelengseran jabatan Supraptono, ia tidak ingin mengandai-andai. Meski tidak menutup kemungkinan adanya demo berkelanjutan ini karena ada oknum tertentu yang mengejar kepentingan, namun ia tak mau berkomentar banyak tentang suatu hal yang belum pasti.
"Saya tidak mau mengandai-andai. Saya menerima aspirasi rakyat yang datang kepada saya. Nanti keputusannya bagaimana saya siap bertanggung jawab, karena kalau saya salah tidak akan mengelak," tutur Kades.
Ia sendiri pun enggan memberikan penjelasan terkait cerita sesungguhnya yang terjadi di rumah Janda yang berada di Desa Mulo, Kecamatan Wonosari. Ia hanya menegaskan bahwa tidak melakukan perbuatan zina seperti yang disangkakan.
"Silakan tanya sama polisi saja cerita yang sebenarnya seperti apa. Saya sudah menjelaskan semuanya saat diperiksa. Yang jelas saya tidak melakukan hal seperti itu," ucapnya.
Warga Bleberan sendiri sudah diberikan konfirmasi secara langsung oleh Kades terkait alasannya berada di rumah janda. Namun mereka tidak bisa menerima alasan karena apa yang dijelaskan saat itu tak sesuai dengan logika.
"Sekarang bayangkan saja, dari jam 2 siang sampai akhirnya digrebek hanya berduaan di rumah janda dalam keadaan gelap, pas digrebek keluar cuma pakai sarung terus melarikan diri, secara logika apa tidak sedang berzina? Tapi ngakunya sedang terapi lah atau urusan penting kaitannya dengan KTNA. Tidak masuk akal," cerita Supriyanto dengan emosi.
Aksi demonstrasi ini merupakan yang ketiga kalinya di Balai Desa Bleberan, Kecamatan Playen. Sepanjang aksi yang dilakukan sejak pukul 10.30 hingga 11.30 WIB ini berlangsung panas. Sejumlah teriakan hujatan serta tuntutan disuarakan warga. Praktis pelayanan Pemerintah Desa Bleberan lumpuh selama berlangsungnya demonstrasi. Aksi demo ditutup oleh doa bersama di depan Pendopo Balai Desa yang juga disaksikan langsung oleh Kades Bleberan.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
