Sosial
Aksi Klithih Kembali Menggila, Disdikpora Ancam Keluarkan Siswa Yang Terlibat
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Beberapa waktu ini, masyarakat kembali diresahkan oleh aktifitas brutal kelompok geng klithih. Sedikitnya 3 orang mengalami luka serius setelah dianiaya oleh gerombolan-gerombolan ini dalam 4 hari terakhir. Bahkan, 1 orang korban diantaranya yaitu Dwi Ramadhani Herlangga (26) mahasiswa UGM warga Semarang, Jawa Tengah yang dibacok di Jalan C Simanjuntak, Terban, Kota Yogyakarta pada Kamis (07/06/2018) silam harus meregang nyawa. Sementara 1 korban lainnya yaitu Justin (16) warga Gondokusuman, Yogyakarta terancam cacat seumur hidup di bagian mata kanan setelah dilempar botol di Banguntapan, Bantul. Dari sejumlah kasus ini, polisi sendiri telah menangkap 9 orang remaja di mana 3 orang diantaranya telah ditetapkan sebagai tersangka.
Melihat perkembangan yang terjadi ini, pemerintah dan kepolisian di Gunungkidul dengan cepat meresponsnya. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi perilaku bar-bar semacam ini menular di Gunungkidul. Baik Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul maupun Polres Gunungkidul mengultimatum para pelajar di Gunungkidul agar tidak mencoba aksi semacam ini lantaran akan langsung diambil tindakan tegas.
Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rasyid menyatakan, pihaknya tidak akan mentolerir jika ada siswa di Gunungkidul yang terlibat aksi klithih. Sejumlah sanksi telah menanti para siswa jika berani melakukan aksi klithih, khususnya di Gunungkidul.
Menurut Bahron, saat ini memang ada tata tertib dan aturan yang harus ditaati oleh para siswa. Tata tertib ini tak hanya mengatur perilaku siswa di sekolah saja, akan tetapi di luar sekolah juga.
“Tentu akan kita berikan sanksi dari kami jika ada siswa yang terlibat hal semacam ini (klithih),” kata Bahron.

Adapun sanksi yang dipersiapkan adalah diskors, tinggal kelas, dan hingga dikeluarkan dari sekolah. Sanksi ini akan diberlakukan untuk memberikan efek jera kepada para siswa yang nekat melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan hakekat mereka sebagai pelajar.
“Kita tidak akan segan-segan mengeluarkan mereka dari sekolah,” tandas dia.
Meski ada ancaman sanksi tegas yang menanti, namun menurut Bahron pihaknya juga tidak akan serta merta meninggalkan para siswa yang tersangkut kasus hukum. Pihaknya tetap memfasilitasi para siswa tersebut untuk mendapatkan hak mereka untuk mendapatkan pendidikan.
“Seperti misalnya kalau aksi criminal tersebut berujung penjara. Kita tetap akan memfasilitasi dengan memberikan program kejar paket,” imbuhnya.
Terlepas dari sanksi tegas yang telah disiapkan, Bahron tetap berharap agar para siswa di Gunungkidul terhindar dari aksi-aksi kriminal. Para siswa diminta untuk konsentrasi dalam menempuh pelajaran demi masa depan mereka.
Terkait dengan upaya pencegahan, Disdikpora Gunungkidul sendiri getol berkoordinasi dengan pihak kepolisian maupun orang tua. Peran orang tua menjadi sangat penting terutama pada musim libur panjang semacam ini di mana sekolah tidak bisa melakukan pengawasan terhadap aktifitas siswa.
“Kita meminta orang tua untuk tetap melakukan pengawasan ketat serta juga pendampingan dan memberikan anak kegiatan yang positif agar mereka terhindar dari tindakan-tindakan yang negative,” urai Bahron.
Sementara itu, ancaman serupa juga dilontarkan oleh Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuadi. Kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Ahmad menegaskan pihaknya akan memproses secara hukum para pelajar yang terlibat tindakan kriminal, khususnya aksi klithih. Aksi semacam ini menurut Kapolres memang sangat meresahkan dan bahkan mengancam keselamatan masyarakat.
“Kita akan menindak tegas para pelaku klithih,” tegas Ahmad.
Polres Gunungkidul sendiri menurut Ahmad telah menyiapkan petugas patroli. Petugas tersebut akan mengawasi pergerakan-pergerakan kerumunan pemuda maupun lokasi-lokasi sepi yang dimungkinkan menjadi lokasi terjadinya tindakan kriminal. Selain itu, pihaknya juga menugaskan jajaran Polsek terutama di wilayah perbatasan serta jalur wisata agar terus bersiaga manakala ada kelompok-kelompok remaja dari luar yang masuk ke Gunungkidul dan dimungkinkan membuat kekacauan.
Berdasarkan hasil pemantauan, saat ini wilayah Gunungkidul diklaim Kapolres masih aman dari tindakan klithih. Para siswa sendiri masih cukup kondusif dan selama ini tidak ada yang melakukan aksi yang meresahkan.
“Kita juga ada petugas yang terjun ke sekolah-sekolah untuk memberikan pembinaan. Pencegahan juga kita utamakan,” tutupnya.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 hari yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized3 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized2 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized2 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
