Pemerintahan
Kelompok Jaga Warga, Penyelesai Konflik Sekaligus Agen Pembangunan di Tingkat Bawah
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Separuh dari jumlah padukuhan di Gunungkidul saat ini telah terbentuk kelompok Jaga Warga. Mengingat peran penting kelompok ini bagi kehidupan sosial maupun pembangunan di tingkat paling bawah, pembentukan kelompok Jaga Warga diharapkan nantinya dapat terbentuk di seluruh padukuhan di Gunungkidul.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gunungkidul, Edy Basuki, menyampaikan pihaknya terus berupaya supaya seluruh Padukuhan di Gunungkidul terbentuk kelompok Jaga Warga. Sesuai dengan Peraturan Gubernur DIY nomor 28 Tahun 2021 tentang Kelompok Jaga Warga, kelompok ini memiliki tugas untuk membantu menyelesaikan konflik sosial di lingkungannya. Selain itu juga memberikan saran dan pertimbangan dalam urusan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan, serta melakukan koordinasi dengan pranata sosial masyarakat yang ada untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.
“Pembentukannya masih kami gencarkan di Padukuhan-Padukuhan yang belum ada,” ucapnya, Sabtu (28/05/2022).
Sejauh ini dari jumlah Padukuhan di Gunungkidul sebanyak 1.431, baru sebanyak 781 padukuhan yang sudah membentuk Jaga Warga. Dalam kaitannya dengan pendanaan, ia mengungkapkan jika kelompok ini didanai melalui Dana Keistimewaan milik Pemerintah Provinsi DIY. Pada tahun ini pihaknya mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp. 283 juta untuk menjalankan program Jaga Warga ini.
“Tahun 2022 ini sampai bulan Mei sudah ada penambahan 38 Kelompok Jaga Warga,” imbuhnya.

Ia menambahkan, pembentukan Jaga Warga di masyarakat juga sudah diatur dalam Pergub nomor 28 Tahun 2021. Masyarakat dapat membentuk kelompok Jaga Warga di wilayahnya dapat melalui usulan dari Kepala Dusun yang kemudian dilakukan musyawarah dan ditindaklanjuti dengan dikeluarkannya Surat Keputusan dari Pemerintah Kalurahan setempat.
“Keberadaan kelompok Jaga Warga cukup penting di tingkat Padukuhan karena untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan juga mediator komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah,” pungkasnya.
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized2 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized4 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized4 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized3 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluKemarau Panjang, 53 Kejadian di Gunungkidul Hanguskan 51 Hektare
-
Uncategorized2 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
