fbpx
Connect with us

Sosial

Andalkan Uang Patungan, Belasan Anggota Polisi Bagi-bagi Air di Panggang

Diterbitkan

pada tanggal

Panggang,(pidjar.com)–Ratusan ribu warga Gunungkidul beberapa bulan terakhir mengalami krisis air lantaran kemarau dan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah. Kondisi ini mendorong pemerintah, pihak swasta, dermawan hingga beberapa kelompok lain untuk dapat meringankan beban masyarakat dalam pemenuhan air bersih. Sebagaimana diketahui, warga Gunungkidul terdampak kekeringan pada masa sekarang ini memang harus ekstra merogoh koceknya. Tak jarang mereka sampai harus menguras tabungan maupun menjual ternaknya hanya untuk memenuhi kebutuhan air.

Seperti yang dilakukan oleh alumni DSD/SDS angkatan 97/98 Polres Gunungkidul pada Jumat, (09/08/2019) kemarin. Para anggota alumni ini membagikan air bersih kepada masyarakat Padukuhan Jeruken, Desa Girisekar, Kecamatan Panggang.

Salah seorang alumni DSD/SDS tahun 97/98 Polres Gunungkidul, Sugiyanto mengungkapkan, kegiatan ini adalah kegiatan rutin yang digelar oleh komunitasnya. Pihaknya tergerak atas kondisi masyarakat yang saat ini mengalami kesulitan untuk mendapatkan air lantaran terdampak kekeringan. Atas pertimbangan ini, kemudian para anggota sepakat untuk menggelar bakti sosial dropping air.

Dipilihnya Padukuhan Jeruken sendiri dikarenakan banyak warga di sana yang cukup parah terdampak kekeringan. Meski bantuan dari sejumlah dermawan maupun pemerintah telah masuk, akan tetapi masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan air dari masyarakat. Hal ini lantaran di wilayah tersebut, sudah tidak ada lagi sumber air yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

Berita Lainnya  Susahnya Menumbuhkan Rasa Cinta Kaum Muda Kepada Dunia Pertanian

“Kita akhirnya patungan bersama mengumpulkan uang untuk membeli air,” terang Sugiyanto, Jumat kemarin.

Pada kesempatan ini, pihaknya membagikan 10 tangki air kepada masyarakat setempat. Menurut Sugiyanto, ke depan pihaknya akan berusaha untuk menggelar aksi serupa. Disadarinya bahwa derita para warga terdampak kekeringan tersebut memerlukan kepedulian dari semua pihak. Untuk itu, pihaknya akan sejauh mungkin mengupayakan kegiatan semacam ini, di wilayah-wilayah lain.

“Akan kita manfaatkan jaringan kita, mungkin alumni DSD/SDS dari wilayah hukum lain atau bahkan angkatan-angkatan lain yang ingin menyumbang air akan kita salurkan. Saya rasa kalau untuk kegiatan sosial seperti ini, semua pasti sangat antusias,” terangnya.

Ditambahkan Sugiyanto, sebagai pengabdi negara, polisi itu tidak hanya sekedar mengayomi dalam bidang keamanan melainkan juga terhadap segala bidang kehidupan masyarakat.

“Apapun problematika dalam kehidupan masyarakat, sudah menjadi tugas kami anggota polisi untuk ikut membantu,” imbuhnya.

Pantauan di lapangan, kedatangan alumni DSD/SDS untuk membagikan air bersih kepada masyarakat ini langsung disambut baik oleh masyarakat setempat. Di beberapa titik tertentu, masyarakat telah berkumpul membawa berbagai macam peralatan seperti ember maupun jerigen. Warga sendiri mengaku senang mendapatkan bantuan air bersih, pasalnya memang sumber air bersih yang sering dimanfaatkan oleh mereka berangsur mulai mengering, sehingga sangat membutuhkan uluran tangan.

Berita Lainnya  Sempat Sepi, Kini Rusunawa Karangrejek Tinggi Peminat

“Terus terang kami terharu dengan antusiasme masyarakat seperti ini, berarti mereka memang sangat membutuhkan bantuan. Jika kita memiliki rejeki lebih, sedikit banyak dapat membantu sesama yang sekarang sedang membutuhkan air,” urai pria yang berutugas di Polsek Wonosari ini.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengungkapkan, baru-baru ini terdapat 3 kecamatan baru yang mengajukan droping air yakni Tanjungsari, Nglipar dan Ngawen. Sebelumnya hanya Kecamatan Girisubo, Paliyan, Rongkop, Tepus dan Panggang yang mengajukan droping air.

Adapun data yang dimilik BPBD jumlah warga terdampak sebanyak 21.592 jiwa di Girisubo, Paliyan 16.978 jiwa, Purwosari 4032 jiwa, Rongkop 9902 jiwa, Tepus 12.441 jiwa, Ngawem 3032, Ponjong 2411 jiwa, Semin 1192 jiwa, Patuk 2962 jiwa, Semanu 1968 jiwa, Panggang 8986 jiwa, Gedangsari 3448 jiwa, tanjungsari 11.186 jiwa, dan Nglipar 5100.

Dengan adanya bantuan dari pihak swasta, dermawan bahkan komunitas menurut Edy pihak pemerintah merasa terbantu dalam pemenuhan air bersih. Beberapa dari pemberi bantuan juga terus berkoordinasi dengan pemerintah dalam penyalurannya.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler