Sosial
Mengintip Aktivitas Narapidana di Lapas Perempuan Wonosari
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas II B Wonosari saat ini dihuni oleh 200 orang baik narapidana maupun tahanan titipan Kejaksaan. Berbagai kegiatan diikuti oleh para warga binaan dengan berbagai kasus tindak pidana yang mereka lakukan. Tentunya banyak hal-hal positif untuk mengembangkan bakat dan kemampuan yang dilakukan setiap hari.
Jumat (17/11/2023) pagi tadi, pidjar-com-525357.hostingersite.com berkesempatan berkunjung ke LLP Wonosari yang berada di Kalurahan Baleharjo, Kapanewon Wonosari tersebut. Sedikit mengintip aktivitas para warga binaan setiap harinya. Kegiatan dimulai sejak Subuh tadi, setelah mendengar adzan Subuh para warga binaan yang beragama muslim kemudian mengikuti ibadah Sholat Subuh, sedangkan yang lainnya mulai beraktivitas beberes dan lain sebagainya.
Selepas itu, beberapa warga binaan yang memang sudah dipercaya untuk memegang dapur kemudian mempersiapkan diri untuk membantu juru masak untuk menyiapkan sarapan para warga binaan. Beberapa dari mereka ada yang mandi, mencuci atau pun melakukan aktivitas ringan di pagi hari.
Tepat pukul 07.00 WIB mereka kemudian mengikuti apel di masing-masing hunian mereka bersama dengan petugas dan teman-temannya. Kebetulan, Jumat tadi bertepatan dengan tanggal 17 yang merupakan hari untuk warga binaan menyelenggarakan upacara bendera, usai apel mereka bergegas ke ke halaman lapang untuk upacara.
“Untuk upacara memang petugasnya dari warga binaan semua. Kami (ASN) hanya sebagai Pembina dan memberikan arahan, semuanya mereka,” papar Kepala LPP KElas IIB Wonosari, Evi Loliancy.

Setelah itu, mereka beraktivitas mengembangkan bakat dan skill mereka di Balai Latihan Kerja. Beberapa ada yang membatik, melukis, membuat kerajinan, memasak makanan ringan untuk dijual kembali dan lain sebagainya. Ada pula yang semakin memperdalam pengetahuan keagamaan di tempat ibadah di dalam LPP ini. Beberapa juga sibuk dengan tanggung jawab mereka seperti menyiram dan mengganti tanaman yang sudah rusak, mengantarkan jatah minum di masing-masing hunian.

Adapula yang sibuk di dapur umum, menyiapkan menu makanan dari sarapan, makan siang, hingga makan malam. Aktivitas mereka berhenti sekitar pukul 16.00 WIB, baru kemudian kembali ke masing-masing hunian untuk bebersih dan melakukan kegiatan lainnya.
“Diawali dengan assessment dari petugas kami akan tahu bagaimana minat dan bakat mereka. Nah disini kami berusaha memfasilitasi, ternyata memang mereka jago dalam beberapa bidang. Terbukti hasil karya mereka baik kerajinan, batik, makanan ringan laris terjual,” jelas dia.
Saat ini, di LPP Kelas IIB Wonosari dihuni oleh 200 warga binaan adapun kapasitasnya sendiri sebanyak 250 orang. Mayoritas warga binaan ini adalah yang terjerat hukum di wilayah DIY dan menjalani tahanan maupun masa hukuman disini, namun beberapa hari terakhir mendapatkan kiriman dari LPP sehingga jumlah warga binaan semakin bertambah.
“Kami mendapat kiriman dari wilayah lain sebanyak 28 napi, saat ini masih kami lakukan isolasi selama 14 hari di hunian maximum agar mereka beradaptasi terlebih dahulu dengan kondisi disini,” imbuh dia.

Salah seorang warga binaan VR menceritakan, 10 bulan lalu ia masuk ke Lapas karena terjerat kasus UU ITE karena melakukan promosi situs judi online. Ia divonis Pengadilan hukuman penjara 2 tahun dan membayar denda 500 juta subsider 1 bulan penjara. Selama berbulan bulan tinggal di Lapas ia mulai bisa menerima dan menikmati kesehariannya.
“Disini lebih belajar mengenai keagamaan lagi, bakat dan lain sebagainya sih. Bersyukur disini semua baik, ya dulu sempat stres beberapa waktu karena kan ndak bisa ketemu anak terus meninggalkan pekerjaan dan lainnya, tapi setelah itu saya mulai bisa menerima dan anggap saja sedang di Pondok,” ucap VR
“Ada banyak kegiatan kok yang bisa dilakukan. Kebetulan saya setiap hari mendapat tanggung jawab di pertamanan jadi setiap hari mengurus tanaman,”paparnya.
Ia menceritakan, saat itu dirinya ditawari oleh rekannya untuk mempromosikan link judi online melalui insta story dengan bayaran yang cukup menggiurkan. Ia pun tertarik dengan tawaran tersebut, setelah 4 bulan ia justru kemudian diringkus oleh petugas kepolisian.
“Ya itu karena ketidak tahuan saya dan karena faktor ekonomi, semoga dengan kasus endorsement yang saya alami ini bisa menjadi pelajaran temen-temen selebgram lain agar tidak sembarang mengambil pekerjaan,” tutup perempuan 25 tahun tersebut.
-
Kriminal3 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa2 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial2 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Uncategorized2 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan2 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized3 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Peristiwa3 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa2 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized3 minggu yang laluCetak Sejarah di Moto3, Veda Dapat Hadiah Mobil Impian Dari Konglomerat
-
Peristiwa3 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
-
Hukum4 minggu yang laluNekat Posting Motor Curian di Facebook, Pemuda Ditangkap Polisi Nyamar
-
Pemerintahan2 minggu yang laluRatusan Warga Gunungkidul Terjangkit Penyakit Menular Mematikan Ini
