fbpx
Connect with us

Sosial

Mengintip Aktivitas Narapidana di Lapas Perempuan Wonosari

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)– Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas II B Wonosari saat ini dihuni oleh 200 orang baik narapidana maupun tahanan titipan Kejaksaan. Berbagai kegiatan diikuti oleh para warga binaan dengan berbagai kasus tindak pidana yang mereka lakukan. Tentunya banyak hal-hal positif untuk mengembangkan bakat dan kemampuan yang dilakukan setiap hari.

Jumat (17/11/2023) pagi tadi, pidjar.com berkesempatan berkunjung ke LLP Wonosari yang berada di Kalurahan Baleharjo, Kapanewon Wonosari tersebut. Sedikit mengintip aktivitas para warga binaan setiap harinya. Kegiatan dimulai sejak Subuh tadi, setelah mendengar adzan Subuh para warga binaan yang beragama muslim kemudian mengikuti ibadah Sholat Subuh, sedangkan yang lainnya mulai beraktivitas beberes dan lain sebagainya.

Selepas itu, beberapa warga binaan yang memang sudah dipercaya untuk memegang dapur kemudian mempersiapkan diri untuk membantu juru masak untuk menyiapkan sarapan para warga binaan. Beberapa dari mereka ada yang mandi, mencuci atau pun melakukan aktivitas ringan di pagi hari.

Tepat pukul 07.00 WIB mereka kemudian mengikuti apel di masing-masing hunian mereka bersama dengan petugas dan teman-temannya. Kebetulan, Jumat tadi bertepatan dengan tanggal 17 yang merupakan hari untuk warga binaan menyelenggarakan upacara bendera, usai apel mereka bergegas ke ke halaman lapang untuk upacara.

“Untuk upacara memang petugasnya dari warga binaan semua. Kami (ASN) hanya sebagai Pembina dan memberikan arahan, semuanya mereka,” papar Kepala LPP KElas IIB Wonosari, Evi Loliancy.

Berita Lainnya  Dapat Bantuan Pompa Air Hidrolik Dari Petinggi TNI, Warga Menggoran Kini Bisa Akses Air Bersih Secara Gratis

Setelah itu, mereka beraktivitas mengembangkan bakat dan skill mereka di Balai Latihan Kerja. Beberapa ada yang membatik, melukis, membuat kerajinan, memasak makanan ringan untuk dijual kembali dan lain sebagainya. Ada pula yang semakin memperdalam pengetahuan keagamaan di tempat ibadah di dalam LPP ini. Beberapa juga sibuk dengan tanggung jawab mereka seperti menyiram dan mengganti tanaman yang sudah rusak, mengantarkan jatah minum di masing-masing hunian.

Adapula yang sibuk di dapur umum, menyiapkan menu makanan dari sarapan, makan siang, hingga makan malam. Aktivitas mereka berhenti sekitar pukul 16.00 WIB, baru kemudian kembali ke masing-masing hunian untuk bebersih dan melakukan kegiatan lainnya.

“Diawali dengan assessment dari petugas kami akan tahu bagaimana minat dan bakat mereka. Nah disini kami berusaha memfasilitasi, ternyata memang mereka jago dalam beberapa bidang. Terbukti hasil karya mereka baik kerajinan, batik, makanan ringan laris terjual,” jelas dia.

Saat ini, di LPP Kelas IIB Wonosari dihuni oleh 200 warga binaan adapun kapasitasnya sendiri sebanyak 250 orang. Mayoritas warga binaan ini adalah yang terjerat hukum di wilayah DIY dan menjalani tahanan maupun masa hukuman disini, namun beberapa hari terakhir mendapatkan kiriman dari LPP sehingga jumlah warga binaan semakin bertambah.

Berita Lainnya  Enggan Tanggapi Isu Nyalon Bupati, Mas Ipung: Fokus Bisnis dan Cari Istri Orang Gunungkidul Dulu

“Kami mendapat kiriman dari wilayah lain sebanyak 28 napi, saat ini masih kami lakukan isolasi selama 14 hari di hunian maximum agar mereka beradaptasi terlebih dahulu dengan kondisi disini,” imbuh dia.

Salah seorang warga binaan VR menceritakan, 10 bulan lalu ia masuk ke Lapas karena terjerat kasus UU ITE karena melakukan promosi situs judi online. Ia divonis Pengadilan hukuman penjara 2 tahun dan membayar denda 500 juta subsider 1 bulan penjara. Selama berbulan bulan tinggal di Lapas ia mulai bisa menerima dan menikmati kesehariannya.

“Disini lebih belajar mengenai keagamaan lagi, bakat dan lain sebagainya sih.  Bersyukur disini semua baik, ya dulu sempat stres beberapa waktu karena kan ndak bisa ketemu anak terus meninggalkan pekerjaan dan lainnya, tapi setelah itu saya mulai bisa menerima dan anggap saja sedang di Pondok,” ucap VR

Berita Lainnya  Satu Warga di Gunungkidul Meninggal Karena Kencing Tikus

“Ada banyak kegiatan kok yang bisa dilakukan. Kebetulan saya setiap hari mendapat tanggung jawab di pertamanan jadi setiap hari mengurus tanaman,”paparnya.

Ia menceritakan, saat itu dirinya ditawari oleh rekannya untuk mempromosikan link judi online melalui insta story dengan bayaran yang cukup menggiurkan. Ia pun tertarik dengan tawaran tersebut, setelah 4 bulan ia justru kemudian diringkus oleh petugas kepolisian.

“Ya itu karena ketidak tahuan saya dan karena faktor ekonomi, semoga dengan kasus endorsement yang saya alami ini bisa menjadi pelajaran temen-temen selebgram lain agar tidak sembarang mengambil pekerjaan,” tutup perempuan 25 tahun tersebut.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler