Peristiwa
Angin Kencang Sapu Semin, 8 Bangunan Warga Rusak Aliran Listrik Sempat Padam
Semin,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Bencana angin kencang patut menjadi perhatian bagi masyarakat. Beberapa waktu terakhir ini, sejumlah titik di Gunungkidul terdampak bencana ini. Pada Minggu (09/12/2019) lalu, angin kencang mengobrak-abrik kawasan Padukuhan Sempu Kidul, Desa Rejosari, Kecamatan Semin pada Senin (09/12/2019) sore kemarin. Sebanyak 7 bangunan rumah, kandang dan jaringan listrik rusak akibat sapuan angin kencang.
Petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Supriyono menceritakan, sore kemarin sekitar pukul 15.00 WIB, angin kencang berhembus dengan kencangnya di Padukuhan Sempu Kidul. Akibat dari hembusan angin tersebut, sejumlah pohon bertumbangan. Sedikitnya, 6 rumah milik warga mengalami kerusakan. Selain itu, ada pula 1 bangunan kandang yang juga ikut rusak. Adapun kerusakan tersebut terjadi lantaran tersapu angin maupun tertimpa pohon yang tumbang.
Aliran listrik pun pasca kejadian sempat terputus. Hal ini lantaran kabel maupun tiang listrik di sekitar wilayah ini juga rusak setelah tertimpa pohon tumbang. Sore itu juga, setelah kondisi cuaca memungkinkan, warga setempat bahu membahu melakukan kerjabakti membersihkan puing-puing reruntuhan sembari membetulkan bangunan yang rusak.
“Mayoritas mengalami kerusakan pada bagian atap,” kata Supriyono, Selasa (10/12/2019).
Adapun rumah milik warga yang mengalami kerusakan yakni milik Adi Samito, Tri Eni, Parini, Yatmi, Jumino di mana genteng atap rumah mereka tersapu angin, sehingga atapnya mengalami kerusakan. Kemudian Rumah milik Wagino yang asbesnya runtuh dan kandang Sutijono yang rusak akibat tertimpa pohon tumbang.

“Sudah tertangani, untuk kerugian ya diperkirakan mencapai jutaan. Tapi kemarin sudah dilakukan perbaikan sementara dan pemotongan dahan pohon yang sekiranya berpotensi tumbang,” imbuh dia.

Sementara itu, Kepala BMKG DlY, Reni Kraningtyas menambahkan, pada masa pergantian musim seperti ini, warga sangatlah patut mewaspadai terjadinya angin kencang, hujan lebat dan beberapa kondisi cuaca lainnya. Pasalnya kondisi cuaca dapat berubah-ubah sewaktu-waktu dan berpotensi bencana. Misalnya saja angin kencang yang dapat menyapu bangunan rumah ataupun hujan lebat yang terjadi di sejumlah daerah berpotensi akan terjadinya tanah longsor.
“Himbauan selalu kami sampaikan ke masyarakat. Update mengenai cuaca juga terus dirilis di akun BMKG,” ucapnya.
Bahkan untuk saat ini di kawasan pesisir selatan pun dari rilis BMKG ada peningkatan terhadap gelombang air laut. Saat ini ketinggian gelombang mencapai 1,5 meter sampai dengan 2,5 meter.
-
Uncategorized1 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Sosial3 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized2 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized2 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Pemerintahan2 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Uncategorized2 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Uncategorized5 hari yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemuda 22 Tahun Ditemukan Gantung diri di Dapur Rumah
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragis, Lansia di Candirejo Ditemukan Meninggal Terbakar
-
Kriminal4 minggu yang laluPenipuan Program Koperasi Desa Merah Putih Terbongkar, Pelaku Minta Uang hingga Rp80 Juta ke Kalurahan
